Tulangbawang Barat, Medianusantaranews.com – Memasuki awal bulan Nopember tahun ini curah hujan di sebagian wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat masih cukup rendah. Hal itu berimbas pada lambatnya proses tanam padi sebagian wilayah untuk musim rendeng tahun ini.
Salah satu petani padi Tulangbawang Barat Slamet menuturkan, hingga kini dirinya belum juga menebar benih.”Petunjuk dari pengurus air kami disuruh nenar bibit/benih Padi pada tanggal 25 Nopember mas, tapi yang arealnya di BDM sebagian sudah nebar benih,”ujarnya.Minggu(4/11/2018).
Diketahui pada musim rendeng tahun lalu bulan Nopember sudah ada yang tanam, namun akibat curah hujan masih rendah dan lahan masih kering. Sehingga, para petani belum mulai melakukan olah lahan.
Dengan masih rendahnya curah hujan hingga memasuki bulan Nopember ini pihaknya merasa khawatir akan sulit untuk mencapai hasil maksimal.
Sementara itu, ketua Gapoktan Segar Jaya Dayamurni Susanto berharap, memasuki pertengahan Nopember, curah hujan sudah cukup maksimal untuk melakukan olah lahan. Sehingga, musim tanam rendeng dapat dimaksimalkan.
“Kami berharap pertengahan bulan ini, kita sudah mulai melakukan olah lahan. Hujan sudah cukup baik. Sehingga, sudah ada air untuk memulai tanam.
Pria ramah ini juga berharap, hasil panen pada musim rendeng tahun ini bisa maksimal, karena rendeng kemarin hasilnya kurang maksimal. Karena nantinya dua tahun kedepan tidak ada tanam gadu.
Dirinya meminta kepada petani agar mengantisipasi hama tikus, karena populasi perkembangbiakan tikus makin hari semakin banyak.(GS).

Ketua Gapoktan Segar Jaya Dayamurni Ajak Petani Antisipasi Hama Tikus
AdminNov 05, 2018Daerah, Tulang Bawang Barat0
Previous PostBBM di Sumatera Selatan Terjadi Kelangkaan
Next PostMASALAH ANGKUTAN BATUBARA,, BEGINI ISI SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMSEL HERMAN DERU







