Banyuasin,medianusantaranews.com- Pengakuanya yang polos dan sangat penuh berharap bagi pemilik lahan yang terdata pada jalur lintas jaringan Sutet menjadi harap-harap cemas, pasalnya sampai detik ini belum ada akan dilakukan pembayaran, padahal untuk validasi data sudah dilakukan pada akhir Februari 2019 lalu di Kantor Camat Betung dan saat itu dijanjikan pada hari Senen awal Maret 2019, tetapi buktinya jadwal pembayaranya dari pihak PLN kembali molor, ucap Sukirman kepada wartawan (11/3/2019).
Dari jadwal yang sudah dipastikan saat itu kata Sukirman, sudah bisa bernafas lega, sebab dari dana itu akan dipakai membayar utang dan saya juga terlanjur berjanji, tetapi saat ini saya jadi cemas.
Masih kata Sukirman, sejak awal Maret 2019 hingga sore tadi saya setiap hari datang ke Bank BNI kalau-kalau uang pembayaran lahan saya sudah ditranfer, tapi begitu di cek masih nihil disaldo saya.
” Sebenarnya pihak PLN mau serius membayar apa tidak, karena saya selain sudah berjanji untuk membayar utang dan dananya diharap dari pembayaran lahan dan saya jadi harap-harap cemas kalau molor begini”, ungkapnya bingung.
Lebih jauh Sukirman mengatakan, saya itu sampai malu benar, sebab persoalanya ini sudah dari tahun 2018 lalu dan sampai sekarang janjinya molor terus, maka melalui pemberitaan ini mudah-mudahan pihak PLN secepatnya mentranfer dana itu.
” Kalau nilai dana yang harus saya terima sesuai dengan hasil penghitungan dari luas lahan saya yang terkena sutet sekitar Rp 90 jutaanlah dan saya diminta buka rekening di Bank BNI sejak tahun 2018 dan terakhir pada akhir Februari lalu data saya divalidasi lagi punya saya dijanjikan pada hari Senen awal Maret kemarin yang buktinya sampai saat ini saldo di Bank saya cek masih nihil”, imbuhnya seraya menambahkan kok PLN berbohong terus.
Via ponsel yang ada Meneger PLN Pangkalan Balai Trisman saat diminta konfirmasinya hingga berita ini tiba di meha redaksi belum ada tanggapanya.(waluyo)








