Muara Enim ,medianusantaranews.com –Masih dalam rangka Hari Lingkungan Hudup sedunia serta Untuk semakin menumbuh kembangkan kecintaan para generasi muda terhadap lingkungannya. Perusahaan tambang batubara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar acara Enviro Roadshow yang diselenggarakan di gedung SMAN 1 Lawang Kidul Kecamatan Lawang Kidul, Kamis (01/08/2019).
Acara ini dihadiri Manajer lingkungan hidup PT Bukit Asam Kamarudin,
Pemkab Muara Enim yang diwakili Dinas lingkungan hidup.Monalisa ST MSi, serta diikuti oleh para perwakilan pelajar SMA sekecamatan Lawang Kidul.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Lawang Kidul H. Rita Suryani yang diwakili oleh Novti Dewanti SPd M.Si mengatakan bahwa lingkungan hidup adalah milik bersama, yang akan diwariskan terus menerus kepada anak cucu. Oleh karena itu kata dia, haruslah selalu dijaga dan jangan dirusak.
“Mari kita jaga bersama bumi kita ini, supaya dapat menjadi warisan untuk anak cucu kita secara terus menerus, khususnya lingkungan di Tanjung Enim dan sekitarnya ” Ujar Dewanti.
Untuk menjaga lingkungan agar selalu sehat, dia juga mengajak untuk melawan polusi udara.
Sedangkan Manajer Pengelolaan Lingkungan PT Bukit Asam Kamarudin mengatakan bahwa kegiatan enviro roadshow ini merupakan yang kedua dimana sebelumnya dilakukan di Muara Enim.
Enviro Roadshow tahun ini sebetulnya mengusung tema yang sangat besar yang sudah menjadi canangan internasional, yakni beat air pollution terkait polusi udara yang saat ini sudah sangat menghawatirkan. Ungkapnya.
” Melihat beberapa waktu yang lalu di Jakarta udara itu menjadi sangat berharga, karena disana keadaan udara paling buruk, bahkan sangat buruk sedunia beberapa waktu yang lalu ” Ucapnya.
Dikatakannya, bahwa mulai hari ini polusi menjadi sangat vital bagi kehidupan manusia. Salah satunya masalah sampah, mungkin sampah tidak begitu terasa bagi manusia dibanding dengan udara. Karena udara merupakan nyawa.
Lanjutnya, di lihat history bahwa 9 dari 10 orang yang meninggal karena udara. itu adalah karena buruknya udara.
” Banyak sekali sumber-sumber yang menyebabkan udara buruk, contohnya kendaraan bermotor dan pabrik ” Terangnya.
Lebih jauh diceritakannya, Emisi yang bergerak atau yang tidak bergerak, merupakan pembakaran sampah yang sangat luar biasa, dan di 2015 merupakan kejadian yang tidak baik yaitu mengakibatkan deforestasi hutan terbakar luas dan tentunya negara Indonesia menjadi eksportir asap ke negera negara tetangga, ini sangat tidak mengenakan bagi negara kita.
” Pada kesempatan ini, di tahun ini kita mencanangkan dengan tema ” Biru Langitku Hijau Bumiku ” jadikan ini ajang kesadaran bagi kita, agar tergugah kembali bahwa sebetulnya kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari program kampanye internasional ini ” Tuturnya.
Dia juga menyarankan agar selalu menanam tanaman di sekitar rumah, karena itu bagian dari mitigasi polusi.
Dijelaskannya, tanaman itu bisa menyerap apa yang namanya CO2 sebagai makanannya, sehingga dengan menanam pohon itu adalah aksi nyata untuk mengurangi polusi udara.
Contohnya lagi untuk mengurangi polusi udara dengan mengurangi penggunaan bermotor. kalau di luar negeri sebetulnya penggunaan sepeda itu sudah sangat umum bahkan membudaya, tapi kalau dinegara kita, bersepeda itu pada zaman dulu.
” Salah satu peran serta pelajar Untuk perbaikan kwalitas udara dengan pergi ke sekolah menggunakan sepeda, agar budaya bersepeda ini dapat dikembangkan ” Tutup Kamarudin. (Ab)








