Iptu Halim Soma : Tidak Ada Yang Menyandra Kapt Ponton Batubara, Begini ceritanya


Banyuasin, – Via teleponnya saat dikonfirmasi Kapolsek Rantau Bayur Iptu Halim Soma menegaskan tidak ada aksi Warga Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang tergabung dalam wadah Persatuan Nelayan Desa Tebing Abang (PNDT) itu menyandra para Kapten Kapal Ponton Batu Bara beraktivitasnya di perairan Sungai Musi di Desa Tebing Abang.

Kalau mereka itu melakukan aksi protes terhadap perusahaan pengelola angkutan Batu Bara yang menggunakan kapal ponton dianggap menggangu aktivitas usahanya sebagai kaum nelayan dialiran Sungai Musi ada kemarin”, ucap Kapolsek via teleponya.

Mereka itu kata Kapolsek, karena merasa terganggu usahanya sebagai nelayan dan katanya terus merugi dan ingin menyampaikan aspirasinya kepada siapa diperusahaan itu, maka meminta kepada para Kapten Ponton itu berembuk sehingga didaratkan, maka setelah dilakukan perbincangan sejenak yang dihadiri anggotanya Polsek lengkap ada intel, shabara dan reskrim, selesai itu kemudian mereka kembali beraktivitas kembali. ” Ada bahasa sandra itu hanya dari wartawan saja”, kata Kapolsek via telpon (8/9/2019) beberapa saat yang lalu.

Dalam pemberitaan sebelumnya bahwa Aksi massa yang tergabung dalam PNDT itu dikordinatori oleh Oktarizal langsung turin kelokasi dialiran Sungai Musi dengan menghalau sebuah Kapal Ponton tak diperbolehkan bergerak sebelum ada kata kesepakatan, sebab selama ada aktivitas angkutan Batu Bara dialiran Sungai Musi itu, selain mengganggu usahanya, efeknya penghasilan para nelayan jauh menurun bahkan terus merugi, karena tidak ada lagi ikanya.

Tututan dalam aksinya PNDT yang disampaikan secara terulis yang dibacakan oleh Oktarizal ada 6 kriteria antara lain 1. Harus dihentikan aktifitas pengangkutan Batu bara yang melintasi wilaya Desa Tebing abang,karena nelayan tidak bisa mencari ikan, 2. Arus lalulintas di sungai terganggu karena adanya ponton yang bersandar hampir menutupi aliran sungai, 3. Mengakibatkan kebisingan membuat tidak nyaman bagi warga sekitar, 4. Adanya Abrasi (pengikisan) di tepi sungai di wilayah Desa Tebing Abang, 5.Terganggunya keramba ikan Masyarakat dan 6.Kerugian Masyarakat Nelayan selama ini minta dipertanggung jawabkan


Korlap Oktarizal terus menyerukn kami Masyarakat dalam Persatuan Nelayan Desa Tebing abang (PNTA) menahan para Kep kapal di Rumah Kepala Dusun 4 Desa Tebing Abang, sampai adanya pihak perusahaan menemuinya. ‘Kita juga berjanji untuk memberikan jaminan keselamatan kepada para Kep selama belum ada pihak perusahaan yang datang untuk menemui masa,” janjinya.

Terpisah Kepala Desa Tebing Abang, Zainal Arifin saat dikonfirmasi wartawan via Ponselnya dikatakan, bahwa  memang benar ada masyarakat yang melakukan aksi terkait dengan masalah itu dan Kades juga minta kepada pihak perusahaan yang bertangung jawab untuk segera memberikan jawaban atas tuntutan warga Desa Tebing Abang selama ini dirugikan dari aktivitas abgkutan Batu Bara itu.

Zaenal Arifin mengungkapkan selama ini Sungai Musi merupakan lahan mata pencarian masyarakat menangkap ikan dengan menggunakan jaring, tangkul, rawai dan sebagainya untuk menghidupi keluarga, namun dengan adanya aktifitas Ponton Batu Bara itu, penghasilan masyarakat menurun dratis bahkan tidak bisa mencari ikan lagi sebagai Nelayan.

Untuk itu saya pribadi dan sebagai Pemerintah Desa berharap kepada pihak terkait agar secepatnya bisa menyelesaikan masalah ini, jika aksi massa itu disepelekan tentu akan berdampak buruk dan dapat menimbulkan permasalah yang semakin rumit, bebernya sembari berharap warga jangan sampai kehabisan rasa kesabaranya.

Sayangnya sampai berita ini ditayangkan kembali dari PT. Titan Topik sebagai pengelola Batu Bara belum ada yang dapat diminta konfirmasinya, sehingga yang menjadi tuntutan nelayan yang tergabung dalam PNDT dari Desa Tebing Abang belum diketahui jawaban yang jelas dari perusahaan itu.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *