Modus Kawanan Pelaku Penipuan Via Pesing Nyaris Makan Korban

Banyuasin,MNN- Sedang marak saat ini diwilayah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan aksi kawanan pelaku tindak kejahatan penipuan dengan modus mengirim informasi via ponsel yang dianggap bisa menjadi sasaran sebagai korbanya. Baru-baru ini terjadi aksi tersebut yang memcatut nama Kapolsek Betung dan banyak menjadi sasaran para Kepala Desa, Kepala Sekolah dan pengusaha serta para Ibu Rumah Tangga termasuk menyasar ke Ponsel awak media pun ada.

Belum lama ini Kapolsek Betung Iptu Totok menghimbau kepada Masyarakat khususnya yang bedumisili diwilayah hukum Polsek Betung dan umumnya dimana saja berada bahwa aksi kejahatan yang modus kawanan pelaku penipu dengan memanfaatkan pesan singkat (Pesing) via ponsel dengan media sosial seperti Facebook atau whatsApp dan di ponsel lainya.

Dikatakanya, pelaku dalam melakukan aksinya berbagai cara guna membius pikiran para calon korbanya yang mula-mula pelaku langsung menghubungi nomor ponsel baik dengan komunikasi langsung, ada via pesing atau SMS di media Face Book, whatsApp dan lainya, sambung Noerma (56) warga Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Menurutnya pada (30/11/2019) sekira pukul 10.44 wib dapat pesing di ponselnya dari nomor pengirim pesan 0852-1625-9460 yang isi pesanya ” Uangnya mau ditranfer pake Bank apa? Bisa telepon /sms saya di no ini 0852-2364-9179″.

Penasaran, Noerma langsung berusaha menghubungi ke-2 nomor ponsel dari pengirim yang tidak ada namanya itu, tapi ke-2 nomor ponsel itu berulangkali dihubungi aktif namun tidak ada yang diangkatnya.

Ingat himbauan dari bapak Kapolsek Betung tersebut, Noerma langsung berusaha menghubungi awak media ini minta diekpos dengan tujuan supaya informasi palsu dan modus kawanan pelaku penipuan dengan menggunakan pasilitas medsos seperti ini tidak memakan korban, khususnya bagi warga yang baru saja menguasai media komunikasi yang lengkap dengan berbagai aplikasinya jangan mudah percaya.

Kepada pihak terkait baik dari Kepolisian maupun pihak Kemenkominfo atau Diskominfo baik di Provinsi Sumatera Selatan maupun di wilayah Kabupaten-Kota supaya serius menyikapi modus kejahatan yang pelakunya menggunakan media Ilmu Tehnologi modern, sebelum banyak memakan korban, tutup Noerma dalam perbincanganya sembari berpesan kepada Masyarakat untuk lebih berwaspada dan berhati-hati menerima berbagai pesan di ponselnya.(waluyo).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *