Penjelasan Dirintelkam dan Kabag Humas Terkait Dana Rp 2 T

Medianusantaranews.com, (Palembang)- Setibanya HR putri almarhum Akidi Tio terkait dana hibah Rp 2 Triliun di Mapolda Sumsel, begini penjelasan Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif dari pelaku dan saat ini pelaku sedang dalam tahap pemeriksaan, yang jelas HR ini sudah jadi tersangka, tegasnya saat ditanya awak media (2/8/2021).
Pihaknya juga sudah amankan Prof H untuk diperiksa dan mendalami apa motif mereka, maka mereka akan dikenakan Undang Undang No 1 tahun 1966 pasal 15 dan 16 yang sanksi akan jatuhkan cukup berat diatas 10 tahun.
Penjelasan Direktur Intelkam Polda Sumsel, sejak awal dapat bantuan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri sudah bentuk dua tim khusus. Tim pertama untuk selidiki kebenaran asal-usul komitmen yang diberikan. Tim kedua, yang dibuat agar jangan sampai terjadi polemik atau pro-kontra karena jumlah nilainya sangat fantastis Rp 2 triliun.
“Kita laksanakan upaya penegakan hukum adanya polemik terkait dana sumbangan Covid untuk masyarakat Sumsel itu yang diberikan melalui Kapolda Sumsel, jadi memang sejak awal Kapolda sudah bentuk dua tim ini,” jelasnya.
Memang diakuinya, berdasarkan dari hasil pemeriksaan sementara ternyata pelaku Heriyanti ini, sudah dua kali melakukan tindakan penipuan seperti ini. “Mohon bersabar mengenai kelanjutan hasil penyelidikan ini,” harap Dir Intelkam Polda Sumsel sekaligus menutup penjelasanya.
Berselang beberapa waktu saja Kabag Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi memberi penjelasan kepada awak media Senin 02 Agustus 2021 MERALAT PERNYATAAN PRANK Uang Rp 2 Triliun yang disampaikan oleh Direktur Intel dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro, Ia juga MELURUSKAN STATUS TERSANGKA ANAK BUNGSU mendiang Akidi Tio bernama Heriyanti.
Menurut Supriadi PERNYATAAN STATUS TERSANGKA adalah TIDAK BERDASAR dan TIDAK SESUAI dengan HASIL PEMERIKSAAN, Supriadi menegaskan jika pihaknya BELUM MENEMUKAN ada INDIKASI PENIPUAN, “Yang punya kewenangan mengeluarkan pernyataan adalah Bapak Kapolda dan Kabid Humas, Jangan ada dan tidak boleh pakai pernyataan lain,” ungkap Supriadi kepada awak media di Polda Sumsel, tukasnya.(mnn/waluyo)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *