DANA BANSOS DESA TANJUNG KURUNG ABAB PALI, DISERAHKAN RP900 RIBU, LALU DIAMBIL KEMBALI RP50 RIBU

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Pemerintah Pusat sudah membantu masyarakat ketika perekonomian sulit ditengah pandemi covid – 19. Namun penyaluran kepada warga masih saja oknum oknum yang dilapangan tega melakukan pemotongan dengan berbagaimacam alasan.

Padahal Kementerian Sosial sudah menegaskan bahwa dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak boleh dipotong untuk alasan apapun dan oleh siapapun. Dana bansos harus utuh diterima oleh keluarga penerima manfaat.

” Untuk alasan apapun ” perlu digaris bawahi. Karena himbauan ini tegas dan mengikat.

Tegas, memotong dana bantuan sosial ( Bansos) apapun alasannya bisa dipidana sebagaimana Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Apakah himbauan Kementerian Sosial ini, hanya himbauan ” karet ” yang bisa ditarik kesana kemari untuk alasan pemotongan.

Misalnya yang terjadi pada penyaluran bantuan sosial Dana Desa (Bansos DD) untuk Keluarga Penerima manfaat (KPM) yang berada di Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI

Dana bantuan ini diduga dipotong Rp 50 ribu oleh oknum Kepala Desa Tanjung Kurung. Dan hal ini menjadi keluhan warga, sehingga terus menjadi sorotan.

Oknum Kepala Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab, Taufik sudah mengakui kalau pemotongan bansos Dana Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab sebesar Rp 50 ribu tersebut, menurut oknum kades sengaja ditinggalkan direkening PKM BLT. Karena kalau ditarik semua direkening, berarti rekening non aktif, Sabtu (28/08/2021).

” Sama sekali tidak ada pemotongan BLT DD, kalaupun pencairan BLT DD tahap I kemaren kurang Rp 50 ribu, itu bukan dipotong tapi masih didalam rekening KPM BLT, kalau ditarik semua, rekening kosong berarti rekening non aktif ” Tulis dia melalui pesan Wa.

” Silahkan dicek langsung ke Bank Sumsel babel unit  Tanah abang ” Kata dia mengelak.

Mendengar alasan oknum Kepala Desa tersebut, salah seorang warga yang menerima BLT DD Desa Tanjung Kurung yang berinitial A ketika kembali diwawancarai media ini justru balik bertanya, yang non aktif itu maksudnya rekening siapa. Karena warga tidak perna tahu buku tabungan mereka di bank. Mereka menerima berdasarkan undangan dari Pemerintah Desa untuk mengambil bantuan itu dikantor Kepala Desa Tanjung Kurung.

” Yang mengambil dana itu di bank bukan warga KPM tapi oknum Kepala Desa Tanjung Kurung sendiri ” Ungkap Warga.

” Kalau alasan ditinggalkan direkening Rp 50 dimaksud takut rekening non aktif, itu bukan alasan yang tepat, itu bukan rekening warga keluarga penerima manfaat (PKM) tapi rekening Kepala Desa sendiri, kenapa juga uang milik warga KPM mau ditinggalkan kerening dia ” sindir Warga yang minta namanya jangan disebut

” Oknum Kepala Desa Tanjung Kurung minta dicek ke bank, itupun kurang pas, karena sudah dipastikan kalau uang direkening Kepala Desa itu banyak. Itu diduga cuma modus ” Terangnya.

” Kita berkesimpulan bahwa sudah fakta kalau dana BLT DD Tanjung Kurung tahap 1 diterima warga Rp850 ribu ” Imbuhnya.

Dijelaskannya lagi, dana bansos DD tersebut diterina dikantor Kepala desa, awalnya diberikan Rp900 ribu ketangan warga penerima, lalu diambil lagi dari tangan warga KPM sebesar Rp50 ribu.

” Jadi bukan dipotong di bank atau tertinggal direkening. Dana bansos itu sudah diserahkan ke warga Rp900 ribu, lalu diambil lagi Rp 50 begitu ceritanya ” Tegasnya

” Kami juga heran, dengan bermacam alasan oknum kades, Tapi hanya didesa Tanjung Kurung Kecamatan Abab yang ada pemotongan, sedang didesa desa lain tidak ada pemotongan ” Pungkasnya. (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *