Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com
Sebelumnya dua Kepala Desa wilayah operasional PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) yang sempat ditemui media ini, yakni Kepala Desa Talang Bulang, Menriadi dan Kepala Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi, Arika Peru mengakui sudah hampir setengah tahun beroperasinya tambang batu bara PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE), mereka tidak pernah tahu siapa sebenarnya pemilik atau pimpinan perusahaan PT BSEE tersebut.
Kepala Desa Talang Bulang pun sudah menyatakan menolak aktivitas pertambangan batu bara diwilayah desanya.
” Sudah hampir setengah tahun PT Bumi Sekundang Enim Energi beroperasi, kami belum tahu siapa pimpinan atau bos PT BSEE ini ” Ujar Menriadi, Senin (20/06/2022).
Padahal kata dia perusahaan tambang batu bara PT BSEE ini sudah beroperasi dengan lancar setiap hari, hampir setengah tahun melakukan pengangkutan batu bara menggunakan jalan umum menuju pelabuhan PT EPI yang berlokasi di desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI.
” Sejak awal tahun 2022, PT BSEE sudah beroperasi dengan lancar, setiap hari perusahaan ini melakukan produksi batu bara, selanjutnya diangkut oleh tranportir angkutan melewati jalan umum Kabupaten PALI menuju pelabuhan PT EPI di desa Prambatan ” Tambahnya.
Lanjut Menriadi. Kalau dari Fihak Perusahaan PT BSEE, sebagai seorang kepala desa di Ring 1 lokasi beroperasinya PT BSEE, dirinya belum pernah ketemu dengan pimpinan perusahaan PT BSEE.
Sambung dia, dirinya bukan mempersalahkan aturan,namun itu sebagai ucapan Assalamualaikum ” masuk ke desa yang ia pimpin. Hendaknya ada adab dan etika, ada tata krama, saling menghormati dan saling menghargai siapapun pemilik dan pimpinan PT BSEE itu.
” Sebagai kepala desa di ring 1
Saya merasa sangat tidak dihargai oleh pimpinan perusahaan atau bos tambang batu bara PT BSEE itu ” ucapnya
” Terkait itu, saya sendiri sebagai kepala desa sering disindir teman taman, masa, orang masuk rumah kita, kita tidak tahu ” Ucap Menriadi menirukan olokan teman temannya.
Diakui Menriadi, memang pernah datang fihak transportir menemuinya untuk koordinasi masalah uji coba pengangkutan batu bara melintas dijalan umum aspal, yaitu salah seorang oknum DPRD Kabupaten Muara Enim berinisial AY. Sedangkan dari fihak perusahaan PT BSEE sekalipun belum pernah ketemu, padahal aktivitas PT BSEE itu sudah berlangsung hampir setengah tahun.
” Memang pernah ada fihak tranportir mendatangiku, anggota DPRD Muara Enim berinisial AY, untuk koordinasi uji coba angkutan batu bara dari PT BSEE selama 3 bulan. Tapi kalau fihak perusahaan PT BSEE sendiri saya pastikan belum pernah ketemu. Bukankah perusahaan tranportir angkutan batu bara itu berbeda dengan perusahaan pemilik tambang batu bara, ” Ungkap Menriadi.
Menriadi juga menambahkan, kalau koordinasi uji coba angkutan batu bara dari transportir PT BSEE selama 3 bulan itu sudah lama berakhir, Artinya fihak transportir tersebut bukan lagi mau uji coba melainkan memang benar benar akan terus berlanjut karena dinilai aman aman saja dan tidak ada permasalahan mengangkut batu bara melintas dijalan aspal yang merupakan jalan umum masyarakat.
Terus berlangsungnya mobilisasi angkutan batu bara dari PT BSEE itu, sambung Menriadi, sejauh ini dirinya belum mengetahui fihak transportir mengantongi izin atau tidak dari Pemerintah. Sedangkan kalau melaluinya hanya ada koordinasi uji coba selama tiga bulan, dan masa uji coba itu sudah habis.
” Kalau dengan saya sebagai kepala desa ring 1 , cuma ada koordinasi mau uji coba selama 3 bulan, dan masa uji coba itu sudah habis ” Katanya
” Untuk digaris bawahi, bahwa koordinasi saya dengan fihak transportir itu, bukan berarti saya mengizinkan mobilisasi angkutan batu bara melintas dijalan umum aspal..Itu hanya koordinasi saja, sedangkan masalah izin, itu bukan wewenang saya ” Tandasnya.
Sebelumnya, senada juga diungkapkan kepala desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi, Arika Peru. Kepada media ini juga disampaikannya bahwa dirinya juga belum pernah ketemu dengan pimpinan atau bos PT BSEE. Sama seperti rekannya kepala desa Talang Bulang, bahwa yang pernah mendatanginya orang yang sama, hanya fihak transportir angkutan batu bara saja.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Muara Enim H Shofyan Aripanca S Kom, Msi ketika dibincangi media ini, terkait tambang batu bara PT BSEE. Dikatakannya bahwa fihaknya pun sudah memantau, bahkan sudah mengadakan rapat terkait tambang batu bara PT BSEE yang heboh dipemberitaan itu. Kata Shofian bahwa tambang batu bara PT BSEE itu juga masuk wilayah Kabupaten Muara Enim, hanya pengangkutan batu baranya saja melalui sarana jalan di Kabupaten PALI
” Ya, Kita juga sudah memantau, bahkan sudah mengadakan rapat terkait tambang batu bara PT BSEE itu ” Ucap Shofyan kepada media ini ketika diwawancarai media ini saat menghadiri pembukaan Liga Santri di Gor Sekundang Bara Muara Enim, Senin (20/06/2022).
” Diketahui bahwa tambang batu bara PT BSEE yang luas IUP lebih dari 12 ribu hektar itu juga masuk wilayah Kabupaten Muara Enim ” Jelasnya.
Diceritan Sofhyan, bahwa dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim sudah pernah mendatangi lokasi PT BSEE, sedangkan dari fihaknya belum.
” Namun tidak terlalu lama, fihaknya juga akan mendatang lokasi PT BSEE itu, melakukan pengecekan ” Pungkas Shopyan (Ab)








