AROMA AMIS PEMBAGIAN LAPAK SEMENTARA PASAR INPRES MUARA ENIM MASIH JADI ASUMSI LIAR

Muara Enim
medianusantaranews.com

Viralnya pemberitaan dugaan kongkalikong pembagian lapak sementara pasar inpres blok D 1 Muara Enim mendapat tanggapan dari Pj Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim H Riswandar SH MH.

Pj Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim, H Riswandar SH MH mengakui kalau dirinya merasa kecewa kepada UPTD pasar dan Dinas Perdagangan Muara Enim karena ketika pembagian berlangsung lapak sementara Pasar Inpres Muara Enim, tidak ada koordinasi kepada dirinya.

Dia mengatakan kalau dirinya sebagai Pj Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim tidak mengetahui ada kegiatan pembagian lapak sementara Pasar Inpres Muara Enim baru baru ini.

” Kami tidak mengetahui kegiatan itu,tidak ada pemberitahuan, ” kata Riswandar Ketika di konfirmasi media ini ke ruang kerjanya terkait masalah itu, Selasa (23/08/2022),

Lanjut Riswandar, setelah  viral di pemberitaan dirinya mendapat perintah dari PJ Bupati Muara Enim untuk turun langsung ke lokasi. Namun dirinya mendapat kabar pada pagi itu ada  Kadin Perdagangan Syaripudin sudah mendatangi Pasar inpres , tapi tidak dengan dirinya,

” Memang saya di perintahkan PJ Bupati untuk turun langsung kelapangan, tetapi tiba tiba pagi itu saya mendapat kiriman foto jika beliau sudah di pasar inpres, “ujar Riswandar.

” Itulah akibatnya jika kami tidak di libatkan ” tambahnya.

H Riswandar berjanji sepulang Dinas Luar dari Palembang akan menuntaskan persoalan yang sudah viral itu  ” minta waktu 2 hari akan saya selesaikan ” tegas Riswandar.

Terpisah, Syerin Apriandi Aktivis Muara Enim sangat  menyayangkan sikap Kepala Dinas Perdagangan yang menurut syerin hanya datang ke pasar inpres Muara Enim petantang petenteng, serta berfoto ria saja.

” apa yang dikoordinasikan di pasar sana, mondar mandir, berfoto ria laporan ke atasan selesai ” sindir Syerin.

Syerin juga menambahkan, kalau dirinya sempat mengirimkan foto foto sebagai bukti dugaan kongkalikong pembagian lapak sementara Pasar Inpres Muara Enim ke Kadin Perdagangan. Disinyalir ada dugaan seorang pedagang yang mendapat lapak 2 buah dan 3 buah secara berdekatan, serta mengirimkan foto salah satu petugas pasar yang  di duga  mendapat lapak. Namun itu sama sekali tidak ada tanggapan. Demikian Syerin (AE)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *