Banyuasin,medianusantaranews.com- Ini baru benar-benar gila kinerja petugas PLN Pangkalan Balai-Betung, karena ada listrik dibiarkan padam selama 24 jam lebih dibagian Wilayah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan dari Selasa malam pukul 21.30 wib hingga Rabu malam pukul 20.00 wib (15/2/2023) tanpa ada penjelasan pihak PLN, hingga membuat para pelanggan resah.
Sementara para pelanggan untuk lampu penerangan didalam rumahnya banyak memakai Lilin yang sangat terbatas ketahanan menyalanya juga ada yang memakai lampu sentir.
Bukan hanya itu yang bikin gelisah para pelanggan PLN, aktivitas dirumah tangga pun terganggu, sebab penerangan dari PLN sudah menjadi kebutuhan vital, maka adanya pemadaman yang tak jelas alasanya itu membuatnya sengsara saja, ujar Udin saat berbincang dengan media ini beberapa saat yang lalu.
Udin menambahkan, ini manageman gila namanya, terjadi pemadaman tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada para pelanggan, seharusnya di erikan pengumuman setidaknya sehari sebelum padam, ini pemadaman sampai 24 Jam petugasnya tanpa ada pemberitahuan.
Masih kata Dia, jika pelanggan terlambat membayar rekening dikenakan sanksi denda bahkan sanksi pencabutan amper, tetapi ketika pihak PLN yang melakukan kesalahan, seolah tidak ada persoalan kan gila sudah, ucapnya lagi.
“Saya sudah berupaya menghubungi no kontak petugas PLN yang kenal, tapi tak seorang pun yang mengaktifkan ponsel, jadi apa kendak wong PLN”, tukasnya.

Hal sedana disampaikan Rudi warga Rt. 33 Kelurahan Betung bahwa ngaku telah berusaha menghunbungi petugas PLN baik yang ada di Betung maupun yang di Pangkalan Balai terkait pemadaman itu, tapi menurutnya tak seorang petugas yang mengaktifkan ponsel apalagi mau mengangkatnya.
Rudi menambahkan, kalau pemadaman ini ada info sebelumnya tidak masalah, mau berapa bulan atau setahun sekali pun, tidak dirisaukan, ini sudah 24 jam listrik padam tapi tidak ada keterangan dan petugasnya tak ada yang bisa dikonfirmasi, maka jangan salahkan kami sebagai pelanggan listrik ini jika melakukan aksi, ancamnya.
Sementara nomor kontak yang didapat oleh media ini konon katanya atas nama Ichsan Rahmadi selaku pimpinanya saat dikonfirmasi hingga beritanya ditayang oleh media ini tidak ada jawabanya.(MNN)
Editor : waluyo








