Sidang Kasus Eks Rektor Unila, Seret Nama Pejabat

Lampung,medianusantaranews.com- Bakal seru sidang kasus eks Rektor Unila seperti bakal seret sederetan nama dari pejabat daerah dalam Provinsi Lampung setelah Jaksa KPK dalam surat tuntutan dengan disimpulkan bahwa eks Rektor Unila diduga Profesor Karomani terima suap dari beberapa nama pejabat daerah diantaranya inisial “S” dan “AJ”.

Kesimpulan Jaksa KPK itu diutarakan dalam surat tuntutannya yang dibacakan di PN Tipikor Tanjung Karang pada 27 April 2023 kepada Profesor Karomani.

Sebagai informasi, “S” pejabat dilingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dan “AJ” pejabat di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Surat tuntutan Jaksa KPK membenerkan, berikut rincian yang menyatakan bahwa Profesor Karomani terima suap dari “S” senilai Rp400 juta atas penitipan calon mahasiswa baru Unila atas nama maha siswa “GAA” merupakan anak kandung S.

Hal yang sama eks Rektor Unila tersebut dinyatakan menerima suap dari “AJ” senilai Rp 300 juta atas penitipan calon mahasiswa baru Unila atas nama NAJ merupakan anak kandungnya.

Selain itu Profesor Karomani dinilai terbukti menerima Suap dan Gratifikasi atas pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Unila sejak tahun 2020 sampai tahun 2022.

Sebagai Pemberi Suap, Profesor Karomani juga dinyatakan menerima gratifikasi dari “S”.

Berikut rincian dana dari Pj Bupati Mesuji sekaligus Kadisdikbud Provinsi Lampung, “S” dari Tahun 2020-2022.

Ahmad Duta Al Ihya mahasiswa kedokteran Unila sebesar Rp 150 Juta. Gaza Ahmad Alghifari mahasiswa kedokteran Unila sebesar Rp 400 Juta. Nindya Azfarina Jamhur anak Kadis Pendidikan Lampung Selatan sebesar Rp 300 Juta. 10 Ribu Dollar Singapura dari teman Sulpakar. Rp 250 Juta yang Karomani tidak mengingatnya.

Awalnya dalam persidangan, Karomani sempat berdalih tidak ada aliran dana dari Kadisdikbud Provinsi Lampung, Sulpakar. Namun, JPU KPK Agus Prasetya Raharja mengingatkan Karomani bahwa ada pasal yang bisa menjerat saksi jika memberikan keterangan palsu.

Saksi Karomani pun menjelaskan pemberian uang itu dilakukan Sulpakar secara bertahap melalui temannya atas perintah Sulpakar.

“Iya uang itu diberikan oleh temannya, namun katanya ini uang dari Pak Sulpakar. Karena temannya ini bilang saya orang Sulpakar,” ujar Karomani.

Dari surat tuntutan yang dibacakan, Jaksa KPK menuntut supaya Profesor Karomani dipidana penjara selama 12 tahun.

Kemudian, Profesor Karomani juga dituntut untuk membayar Uang Pengganti senilai Rp 10 miliar 235 juta dan 10 dollar Singapura.

Pengacara Profesor Karomani pun akan melakukan pembelaan pada sidang berikutnya.(TIM/MNN/ZH).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *