Tulang Bawang,medianusantarabews.com-Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas-RI)) melakukan Kunjungan Kerja Dalam Negeri (KKDN) ke Provinsi Lampung ke pertambakan seluas 16.250 Ha, penyumbang 60 persen produksi Udang Nasional Bumi Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang.
Ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) dalam sambutanya, Suratman katakan bahwa rombongan Sekretaris Jendral (Setjen) Wantannas dan Tim sudah tiba di Lampung pada hari Selasa (8/8) dan terjadwal akan melakukan kunjungan kerja dibeberapa tempat di Provinsi Lampung termasuk akan ke pertambakan Dipasena pada hari Kamis (10/8/2023) besok pada pukul 09.00.Wib.
Setjen Wantaanas RI, Laksdya TNI Dadi Hartanto beserta Tim sebanyak 25 orang terjadwal akan melakukan pertemuan dengan pengurus P3UW Lampung, Camat, Kepala Kampung dan Tokoh masyarakat se-Kecamatan Rawajitu Timur bertempat di ruang GSG P3UW Lampung. Setelahnya akan ada tinjau lapangan, melihat aktivitas petani tambak secara langsung, sebelum rombongan bertolak kembali ke Unit ll Tulang Bawang.
“Betul, Wantannas akan berkunjung ke Dipasena besok pagi, kemaren Selasa, saya ikut serta sambut saat rombongan turun dari pesawat di Bandara Raden Intan, tentu kami senang dan antusias atas kunjunganya, kami mempersiapkan segalanya termasuk pendampingin saat tinjau tambak”, kata Suratman.

Terkait harapan P3UW Lampung dan masyarakat Dipasena atas kunjungan Setjen Wantannas beserta tim ke Bumi Dipasena Suratman menyampaikan, melalui Wantannas harap Pemerintah dalam hal ini Presiden RI Jokowi akan mendapatkan gambaran yang utuh tentang potensi produksi pertambakan Dipasena, tambak Dipasena itu sudah jadi tidak perlu buka lahan baru, bahkan pernah menyumbang 60 persen produksi Udang Nasional, lahannya luas, tatanan sosial dan infrastruktur pendukung sudah ada: Sekolah, Kantor Desa, Pasar, Puskesmas, Kantor Kecamatan, sarana ibadah sudah lengkap. Bila dioptimalkan produksi bisa mencapai 200-300 ton udang perhari, kendala yang hadapi saat ini, yakni penurunan produksi yang sangat extrem, karena ada pendangkalan kanal saluran pasok akibat sedimentasi.
“Penyerahan HGU infrastruktur Budi-daya dari PT CP Prima sebagai pemegang HGU ke Pemerintah, ini menurut kami hal yang krusial dan preoritas, agar kedepannya kanal saluran pasok dan saluran buang dapat segera dilakukan optimalisasi oleh Pemerintah.” harapan Suratman.
KKDN Deputi Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas RI di Lampung akan berlangsung selama 4 hari (Selasa -Jum’at, 8-11/8) terjadwal akan melakukan kunjungan ke Kantor Pemda Kabupaten Tulang Bawang, kunjungan ke beberapa perusahaan di Tulang Bawang, Pertambakan Bumi Dipasena dan Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur.(MNN/adv)
Laporan: Nafian Faiz








