#Awaluddin : Copot Dir Polairud dan Kapolda Sultra#
Kendari,medianusantaranews com- Pada Jum’at malam (25/11/2023) ada 4 orang nelayan di perairan Pulau Cempedak Laonti Kabupaten Konawe Selatan Prov. Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga jadi korban penembakan yang dilakukan oleh Bripka Arf anggota aktif Polairud Polres Konawe Selatan Polda Sultra.
Akibat kejadian itu Maco (40) meninggal dunia dilokasi dan tiga lainnya inisial Pu, (17) Al (17) mengalami luka berat dan Uc (23) mengalami luka ringan yang saat ini ketiga korban masih dalam perawatan khusus di RS Santa Anna Kota Kendari.
Informasi yang dihimpun peristiwa maut tersebut terjadi Jum’at malam ketika ke-4 nelayan sedang beraktivitas dan oleh oknum menduga ke-4 nelayan tersebut dalam aktivitasnya memakai Bom Ikan, sehingga terjadi kesalah-pahaman antara dua belah pihak, mengakibatkan adanya jatuh korban.
Via WhatsApp Awaluddin dari Presidium Gerakan Mahasiswa Indonesia Berdaulat (Germib) Sultra menyikapi peristiwa yang menimpa Nelayan Cempedak Laonti Konawe Selatan bergerak cepat meminta kepada Kapolri segera memberi sanksi hukum terhadap oknum Bripka Arf juga sanksi kepada Dir Polairud dan Kapolda Sultra segera mencopot jabatanya atas kelalaian yang dilakukan anggotanya.
Penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota Polairud tersebut tentunya telah mencoreng citra kepolisian, apalagi yang ditembak itu masyarakat sipil profesinya hanya sebagai nelayan tradisional.
Lanjut Awaluddin, kasus penembakan itu sudah sering terjadi wilayah Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh pihak kalangan kepolisian terhadap nelayan menggunakan senpi tanpa menerapkan aturan yang berlaku dan tak jarang pula kita temukan kasus penembakan yang dilakukan kepolisian terhadap warga sipil karena melakukan perkawanan dan berdalih membela diri, ungkapnya.
Untuk itu sebagai bentuk pertanggung jawaban Pimpinan Polri atas perbuatan anggota yang tidak disiplin dan adanya korban jiwa demi menyelamatkan nama baik institusi Polri, kami meminta Kapolri segera copot Kapolda Sultra juga kepada Dir Polairud Sultra, desak Awaluddin sekaligus menutup penjelasannya.
Kepada wartawan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu 25 November 2023 Kabid Propam Polda Sultra Kombes Pol Moch Sholeh membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap Bripka Arf dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut. “Ya benar ada satu anggota Ditpolairud diamankan berinisial Bripka Arf anggota Ditpolairud Polda Sultra,” bebernya.
Ditegaskan Kombes Pol Moch Sholeh, bukan hanya menangkap pelaku Bripka Arf, Propam Polda Sultra juga menyita senjata api laras panjang miliknya.
Sementara, Dir Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Faisal Florentinus Napitupulu S.I.K., M.H di RS Santa Anna Kendari membenarkan adanya insiden penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota Polairud terhadap warga Desa Cempedak Kabupaten Konawe Selatan.
Pemberitaan sebelumnya, penembakan itu terjadi berdasarkan laporan anggota dilapangan bahwa korban yang terkena tembakan itu merupakan para pelaku bom ikan dan saat dilakukan peringatan para pelaku juga sempat mengadakan perlawanan, katanya.(MNN).
Editor : waluyo
Sumber berita Presidium Germib Sultra








