TKW ASAL GELUMBANG MENINGGAL DI HONGKONG, PEMKAB MUARA ENIM BELUM ADA SOLUSI MEMULANGKAN JENAZAH KORBAN

Muara Enim
medianusantaranews.com

Tidak seorangpun didunia ini yang ingin ditimpa musibah, apalagi sampai meninggal dunia. Artinya musibah itu adalah sesuatu kejadian yang tidak bisa dihindari.

Begitulah nasib yang dialami Fahmi (45 th) Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga asal Gelumbang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim – Sumatera Selatan.

Fahmi dikabarkan meninggal dunia di Hongkong pada tanggal 24 juli 2024 di tempat dia bekerja.

Sehari sebelum Fahmi dinyatakan meninggal dunia, keluarga korban di Indonesia sudah menerima kabar bahwa almarhumah Fahmi masuk rumah sakit, Selasa (23/07/2024).

Setelahnya, keluarga korban mendapat kabar lagi bahwa almarhumah Fahmi sudah meninggal dunia, Rabu (24/07/2024).

Menerima kabar duka tersebut, keluarga korban di Indonesia bingung bagaimana mau memulangkan jenazah almarhumah, mengingat biaya untuk memulangkan jenazah korban ke Indonesia sangat mahal, berkisar Rp. 120 Juta Rupiah.

” Dari mana kami memiliki Uang sebanyak itu, darimana kami bisa mencari uang sebanyak itu,” keluh Kamil saudara kandung korban ketika mengetahui biaya memulangkan jenazah almarhumah Fahmi ke Indonesia sangat besar.

” Namun jenazah Almarhumah harus dipulangkan ke Indonesia, bagaimanapun caranya, jika perlu kami minta bantuan Presiden Jokowi,” ungkap Kamil sedih.

Dengan perasaan penuh kesedihan yang mendalam, Pihak keluarga almarhumah pun mulai mencari jalan keluar dengan mengajak warga Gelumbang melalui Formas Babussalam bersama Pengurus Masjid Jamik babussalam Gelumbang menggalang dana didepan Masjid, Minggu (11/08/2024)

Untuk diketahui, untuk memulangkan jenazah korban, sebelumnya pihak keluarga Almarhumah, juga sudah mengajukan proposal mohon bantuan ke Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Jum’at (26/08/2024), bahkan pihak keluarga korban sudah menghubungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muara Enim dan BP2MI.

Namun sampai saat ini, Senin (12/08/2024) masih belum ada respon yang jelas dari instansi yang terkait.

Karena itulah, akhirnya pihak keluarga korban di Indonesia mengambil inisiatif mencari jalan agar bisa mendapat biaya untuk memulangkan jenazah korban dengan bekerjasama Pengurus Masjid Jamik Babussalam, Formas Babussalam bersama ketua RW Gelumbang mengadakan penggalangan dana

Tidak itu saja, pihak keluarga korban juga mendatangi Lembaga LIPER RI dan LIPERNAS Gelumbang untuk meminta bantuan bagaimana caranya agar bisa memulangkan jenazah korban di Hongkong hingga dikediamannya di Gelumbang Kabupaten Muara Enim – Sumsel.

Sedangkan Camat Gelumbang Kabupaten Muara Enim – Sumsel, Herry Mulyawan.SP. MM, saat ditemui Lembaga LIPER RI, LIPERNAS dan Thabrani SH membenarkan kalau ada warganya yang jadi TKW di Hongkong meninggal dunia. Camat Gelumbang pun dipertanyakan sudah sebatas mana upaya Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam melakukan kepengurusan demi memulangkan jenazah almarhumah ke Indonesia.

Camat Gelumbang mengatakan bahwa permasalahan ini sudah disampaikan ke Disnakertrans Kabupaten Muara Enim. Namun kata Camat belum ada kepastian kapan jenazah korban bisa dipulangkan ke Kediamannya di Gelumbang.

Menyimak belum adanya titik terang dari Pemkab Muara Enim untuk memulangkan jenazah korban ke Indonesia. Maka Lembaga LIPER RI, LIPERNAS bersama Thabrani SH dalam waktu dekat akan menghadap Pj Gubernur Sumsel, Pj Bupati Muara Enim, juga menemui BP2MI dan Disnakertrans Provinsi Sumsel

Mereka akan berupaya keras mengusahakan membantu keluarga korban agar jenazah korban Fahmi yang saat ini masih di Hongkong bisa dipulangkan ke kediamannya di Gelumbang.

Sementara itu pihak keluarga korban menceritakan bahwa Fahmi, wanita asal Gelumbang Kabupaten Muara Enim ini merupakan TKW Indonesia yang bekerja di Hongkong sejak tahun 2014 lalu.

Fahmi menjadi TKW di Hongkong melalui jalur PJTKI PT Citra karya Sejati Palembang sejak 2014 lalu. Ada sekitar 10 tahun bekerja di Hongkong, hingga dapat kabar kalau Fahmi pada tahun 2023 / 2024 Fahmi habis kontrak.

Keluarga korban pun tidak menyangka kalau nasib malang menimpa Fahmi, sehabis kontrak itu, Fahmi dikabarkan meninggal dunia di Hongkong.

Keluarga korban sangat mengharapkan keseriusan Pemerintah agar bisa membantu memulangkan jenazah korban ke Tanah Air nya Indonesia.

Karena pihak keluarga korban sangat optimis, Negara tidak mungkin diam menyaksikan warga negaranya yang kesulitan biaya untuk memulangkan jenazah korban di Hongkong ke Indonesia.

(Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *