Banyuasin,mediamusantaranews.com- Truk angkutan Batubara yang melintas dari arah Sekayu-Betung terjadi kecelakaan di Desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan jungkel seruduk pagar rumah milik Sutino pada (01/05/2025) sekira pukul 07.30 wib.
Yang menyebabkan kecelakaan itu diduga kelalaian Hartawan (pengemudi) dalam mengontrol keberadaan truk yang disopirinya dan baru diketahui truk batubara itu ternyata bernopol ganda yang warna plat Nopol putih BG 8081 KI yang nopol plat warna hitam F 8854 VE itu tidak diketahui kalau bakal membahayakan dirinya sendiri atau pun orang lain.
Adanya plat nomor polisi ganda truk yang disopirinya itu menurut Hartawan untuk mempermudah membeli BBM subsidi di SPBU dan kecelakaan yang dialaminya ini akibat ada masalah dibagian stir, jelasnya saat ditanya wartawan di lokasi kejadian.
Tak ada korban jiwa dari kejadian itu, bahkan kerugian materi pun belum dapat diprediksi. Pastinya dari insiden itu ganggu keluar-masuk keluarga Rus jika hendak beraktivitas, karena badan truk tersebut nutup pintu pekarangan masuk ke rumah dan Batubara pun tumpah berhamburan pada halaman rumah.
Kerugian lain yang belum bisa di prediksi nilainya akibat robohnya pagar beton sepanjang lebih dari 5 meter milik Sutino termasuk ada tanaman hias yang ikut babas bingkas tertimpah rerutuhan material bangunan diseruduk truk batubara bernopol ganda itu.

“Untungnya saat kejadian itu tadi pagi tak korban jiwa dan situasi di lokasi sedang sepi”, tutur Sukirno Ketua RT setempat ketika bincang dengan wartawan dilokasi yang mengabadikan posisi kendaraan mengangkut Batubara di lokasi truk itu terjungkal.
Masih untung kejadian tersebut ada dijalan lurus menanjak disini kalau tadi masih aman tidak ada korban dan tidak menganggu arus lalu-lintas kendaraan baik dari arah Sekayu-Betung atau sebaliknya.
“Cuba kalau terjungkalnya truk itu terjadi di Simpang Tiga Taman Betung Kota sana yang biasa tempat memutar arah, pasti akan jadi biang kemacetan dari tiga arah dari Sekayu, Jambi dan dari arah Palembang”, terang warga lain yang tak mau disebut nama jatidirinya ketika itu, sambungnya sembari meninggalkan dari lokasi kejadian.(MNN/waluyo)








