Warga Durian Daun Melalui Kades, Minta Dibangunkan Underpass

Banyuasin,medianusantaranews.com- Rapat yang di Kantor Camat Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, gelar rapat sosialisasi penggunaan tanah jalan Tol oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Resensi Kementrian Angraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diwakili dari BPN Kabupaten Banyuasin, Camat Suak Tapeh, Camat Betung, Kepala Desa dan warga Desa yang terkena jalur pembangunan proyek Jalan tol Palembang-Betung (Paltung) untuk wilayah Kecamatan Betung dan Kecamatan Suak Tapeh, hari Kamis, (11/9/2025).

Kesempatan itu juga hadir Kades Durian Daun Supri Suryadi untuk mewakili menyampaikan aspirasi warganya, walaupun dalam rapat sosialisasi itu dirinya tidak dapat undanggan resmi dari pihak BPN dan pihak PT HKI, yerang supri suryadi kepada wartawan usai ikuti jalanya rapat.

Supri pada waktunya tanya jawab, saya menyampaikan semua yang sudah diamanatkan masyarakat Desa Durian kepada saya selaku Kepala Desa secara lisan kepada pihak yang terkait, yang hadir di dalam Forum rapat sosialisasi ini supaya dibangunkan Underpass di Jalan Rinata.

Lanjut Supri, mohon maaf Bapak-bapak yang hadir di acara ini tadi sudah saya sampaikan di awal, memang saya tak dapat undangan secara resmi. Saya menyempatkan waktu untuk hadir, karena ingin menyampaikan kepeda pihak PT HKI dalam proyek pembangunan Jalan tol ini jangan sampai ganggu aktifitas mayarakat yang memiliki lahan diseberang jalan tol. Untuk kelancaran pekerjaan proyek itu agar dibangunkan Underpass.

“Saya atas nama masyarakat Desa Durian Daun sangat keberatan, apabila Desa kami Durian Daun tidak mendapatkan underpass dan bagaimana kami menyeberang di Jalan tol yang akan bapak bangun itu, apa kami harus memutar ke Desa lubuk lancang atau harus ke Desa Lubuk karet, setiap hendak menyadab getah karet kami dan membawa hasil dari kebun kami, bagaimana caranya kalau tidak ada Underpass pak, mengapa Desa Durian Daun tidak ada, sedangkan didesa yang lain dapat Underpass semua, bahkan Desa Lubuk Karet mendapat 3 Underpass”, ungkap Supri dengan nada tinggi seraya menambahkan.

“Jika tidak ada solusi dari PT HKI untuk menyikapi aspirasi yang di sampaikan masyarakat Durian Daun. Saya selaku Kades mohon maaf kepada pihak PT HKI dan pihak yang terkait di pekerjaan proyek jalan tol Paltung jangan salahkan Pemerintah Desa tidak dukung program ini. tutupnya.

Humas PT HKI (Hutama Karya Infrastruktur) Wilayah Kecamatan Betung dan Suak Tapeh Chandra saat di konfirmasi terkait perihal mengatakan “Wss, terkait itu sebenarnya desa durian daun tidak d undang dlm acara tersebut, karena memang tidak ada penambahan lahan di desa tersebut sesuai Penlok baru yg sudah di ttd bupati Banyuasin untuk tol palembang-betung, dan juga kami PT HKi dlm Rapat sosialisasi kemarin kmi hanya sebagai undangan yg mengadakan acara ini Panitia Pelaksana Pengadaan Tanah yg diketuai Kepala BPN Banyuasin. Dlm acara tersebut Kepala desa Durian Daun Minta izin ke Pimpinan Rapat Sosialisasi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Durian Daun minta di buatkan Jembatan Penyeberangan untuk menuju tanah seberang jln tol yg akan dibangun, kmi PT HKI pada proyek tol hanya sebagai Kontraktor Pelaksana Pembangunan, jadi disetujui apa tidaknya penambahan jembatan ada di instansi terkait seperti Kementrian PU Bidang Jln Bebas Hambatan dan Badan Pengatur Jalan Tol, biasanya dimohonkan dalam surat tertulis oleh Bupati setempat, jd kmi siap membangun jika ada instruksi dan ada anggaran untuk permintaan tersebut, intinya bisa d bangun atau boleh di bangun ranahnya bukan di PT HKi, kmi sudah melakukan survei pada lokasi bersama tim atas permohonan pak kades, untuk fisik di lapangan jln hanya sebatas menuju tol tp untuk menyeberang dan selanjutnya fisiknya masih berupa kebun dan semak2, kmi PT HKI juga berharap permintaan masyarakat disetujui instansi yg berwenang, agar masyarakat bisa legah dan tidak resah, demikian”, jawabnya.(MNN/waluyo)

Admin : asta




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *