Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pali Anegerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan seakan tidak pernah beres.
Salah seorang konsumen PDAM Tirta Pali Anugerah yang sempat dihubungi media ini mengatakan selama ini memang pendistribusian air kepada konsumen dilakukan secara bergiliran. Masing-masing mendapat pendistribusian air sekali atau dua kali dalam satu minggu.
Tapi akhir akhir ini, pendistribusian air ke pelanggan PDAM Tirta Pali Anugerah mati total dalam jangka waktu lama.
Hal itu terang saja sangat dikeluhkan pelanggan PDAM Tirta Pali Anugerah.
Menurut dia, dampaknya dari mati nya pendistribusian air kepada pelanggan, bukan hanya untuk kebutuhan memasak mandi dan mencuci, untuk kebutuhan ibadah pun pelanggan mengalami kesulitan.
” Saat ini pelanggan PDAM Tirta Pali Anugerah sangat menderita, jangan untuk keperluan memasak, mencuci dan mandi, untuk keperluan buang air pun kami susah,” keluh ibu rumah tangga yang enggan menyebutkan namanya ini
Padahal unit usaha milik daerah Kabupaten PALI ini sangat bertanggung jawab dalam mendistribusikan air bersih kepada pelanggan.
Diakuinya, memang ada supply air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan, tapi masih banyak pelanggan yang tidak kebagian air.
Keadaan itu sangat meresahkan pelanggan PDAM Tirta Pali Anugerah.
Sehingga mendapat sorotan keras dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah SH MH.
Ia mengaku memang banyak menerima laporan masyarakat terkait matinya aliran air PDAM akhir akhir ini, karena matinya cukup lama.
Firdaus mengatakan kebutuhan air bagi masyarakat merupakan kebutuhan mendasar terlebih bagi pelanggan PDAM Tirta Pali Anugerah yang sangat tergantung dengan pendistribusian air dari PDAM Tirta Pali Anugerah.
Ironinya, kata Firdaus, walaupun PDAM mati tapi pelanggan tetap membayar tagihan.
“ Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Walaupun PDAM mati tapi mereka tetap membayar tagihan, sebaliknya hak pelanggan untuk mendapatkan pelayanan air bersih tidak terpenuhi, itukan miris,” tegas Firdaus dalam pernyataannya, Senin (11/05/2026)
Ia pun menegaskan, persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai gangguan biasa, ketika masyarakat kesulitan air selama berpekan-pekan, maka yang terganggu bukan hanya kenyamanan, tetapi juga aktivitas ekonomi rumah tangga hingga kesehatan warga.
Firdaus pun mendesak Pengurus PDAM Tirta Pali Anugerah untuk segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan, target penyelesaian, hingga langkah darurat yang dilakukan.
Ia juga meminta agar PDAM tidak membiarkan warga menghadapi persoalan ini sendirian. Distribusi bantuan air bersih menggunakan mobil tangki secara merata dinilai menjadi solusi sementara yang harus segera dijalankan.
Bukan sekedar itu, menurut Firdaus dengan adanya kejadian ini pelanggan PDAM juga berhak mendapatkan kompensasi atas buruknya pelayanan yang diterima.
Bentuk kompensasi bisa berupa pemotongan tagihan bahkan pembebasan pembayaran selama satu hingga dua bulan ke depan bagi pelanggan terdampak.
“Tidak adil kalau masyarakat tetap membayar penuh untuk pelayanan yang tidak mereka terima,” katanya.
Sorotan juga Ia arahkan kepada Pemerintah Kabupaten PALI. Pria yang akrab disebut FH ini meminta Pemkab PALI melalui Dinas PUPR dan Bagian Perekonomian segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM agar persoalan serupa tidak terus berulang.
.
Sebelumnya didapati informasi Pelayanan distribusi air bersih dari PDAM Tirta PALI Anugerah mengalami gangguan teknis dalam beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan aliran air ke rumah pelanggan terhenti total.
Hal itu disebabkan adanya kerusakan trafo listrik di booster Simpang Raja. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sebagai langkah darurat, Bupati PALI Asgianto ST menginstruksikan jajaran terkait untuk mendistribusikan air bersih secara langsung menggunakan armada mobil tangki.
Upaya ini dilakukan guna membantu masyarakat selama proses perbaikan teknis berlangsung.
Penyaluran air bersih tersebut melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga armada milik PDAM Tirta PALI Anugerah. Sejumlah mobil tangki tampak bergerak secara bergantian menuju kawasan permukiman warga yang terdampak. (Ab)








