Banyuasin,medianusantaranews.com- Geger, terjadi insiden yang dialami Ade Mitra (25) warga Lubuk Linggau sebagai pekerja pemasangan jaringan WiFi di wilayah Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan itu tersengat aliran listrik saat melakukan penarikan kabel di tiang utilitas, yang diduga akibat minimnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Minggu (23/5/2026).
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar dan pengguna ruas jalan negara yang pas mengetahui kejadian itu.
Kondisi kabel yang semrawut dan menumpuk di satu titik disebut-sebut menjadi faktor berbahaya dalam pekerjaan tersebut. Warga menilai aktivitas pemasangan kabel dilakukan terlalu nekat tanpa memperhatikan standar keamanan kerja.
“Kalau lihat dari bawah saja sudah ngeri. Kabel listrik campur kabel internet, pekerja naik tanpa pengaman lengkap. Ini sangat berisiko,” kata seorang warga.
Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap perusahaan penyedia layanan internet maupun pihak pelaksana lapangan yang dinilai lalai menerapkan standar K3. Padahal, pekerjaan di area jaringan listrik tegangan aktif memiliki risiko tinggi dan wajib menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai prosedur.
Warga meminta Pemerintah Daerah serta instansi terkait turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pemasangan jaringan kabel di wilayah Betung. Selain membahayakan pekerja, kondisi kabel yang semrawut juga dikhawatirkan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Terlihat korban berada di atas tiang dan kabel yang dipenuhi jaringan listrik dan kabel telekomunikasi. Sebuah mobil pemadam kebakaran dan truk tronton juga tampak berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi korban.
“Korban langsung dilarikan ke Puskes di Betung sebelum akhirnya dirujuk ke RS dan untung cepat diketahui dan ditolong warga, semoga pasiennya masih bisa di selamatkan,” doa Kapus Betung ketika dikonfirmasi ketika itu.
Hingga berita ini ditayangkan di media ini, belum ada keterangan resmi dari pihak management perusahaan sebagai penyedia jaringan tempat korban kerja.
Zainul Ikhsan Lurah Rimba Asam ketika dikonfirmasi menyampaikan “atas nama lurah pertama Tama kami turut berduka cita atas kejadian ini. kejadian ini adalah resiko pekerjaan dan seharusnya sebagai perusahaan harus mengutamakan keselamatan kerja dengan melengkapi sarana utk keselamatan. kedepan kejadian ini jangan terulang kembali dan setiap pekerjaan, pekerja harus lebih berhati hati dan kesehatan kerja lebih diutamakan. semoga korban cepat sembuh dan beraktivitas kembali, terimakasih”, ucap Lurah mengakhiri penjelasanya.(MNN/waluyo)








