Banyuasin,medianusantaranews.com- Kepindahan tugas Bidan Desa (Bides) di Desa Pulau Rajak Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan terkesan rotasi non- volunter.
Fitriyani sudah belasan tahun mendapat mandat tugas sebagai Bides di Desa tersebut dan tentu kinerjanya telah dirasakan oleh masyarakat banyak baiknya, jika ada kurang sempurnanya itu hal yang lumrah dan kesempurnaan itu Allah SWT yang punya, kata salah seorang warga setempat yang sempat dengan wartawan media ini beberapa saat yang lalu.
Warga yang mengaku merasakan nyaman dengan pelayanan bidan Fitri yang sudah belasan tahun itu bertugas didesanya, sudah tentu masyarakat Pulau Rajak sempat kaget dengan kepindahan beliau yang terkesan dadakan itu.
Ibu yang enggan menyebut jatidiri itu memberikan doa semoga mbak Fitri ditempat tugas yang barunya bisa lebih nyaman dan walau pun sesungguhnya kami kehilangan, ujarnya menutup ceritanya.
Sementara Bides Fitriyani ketika diminta konfirmasi via WhatsApp terkait pemindahan dirinya tempat tugasnya yang terkesan dengan rotasi Non-Valunter itu mengatakan ” Waalaikumsalam yo pak, saya sekarang sudah tidak lg bertugas di desa Pulau rajak. 🙏
Lanjut Fitriyani “Masalah yang laen saya tidak tahu menau pak krna saya tidak mau ikut campur. Saya sudah bekerja ditempat tugas yang baru🙏🙏” jawabnya.(MNN/adm/waluyo)
Pemberitaan sebelumnya viral di kutip dari media online media humas polri, Sabtu (1/8/2026):
Suasana Desa Pulau Rajak, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, tengah memanas. Warga setempat mengaku “gerah” atas tindakan oknum Kepala Desa Pulau Rajak, Sarjoni, yang diduga secara sepihak mengusir seorang bidan desa bernama Fitriyani, A.Md.Keb., S.ST.
Bidan Fitriyani merupakan tenaga kesehatan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengabdi di desa tersebut selama 16 tahun. Pengangkatannya didasarkan pada:
*SK Kementerian Kesehatan RI** Nomor: KP.01.02.1.2.4245 (ditetapkan 14 Agustus 2013).
*SK Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan** Nomor: 322/KEP/KES/II/2013 jo. Nomor: 74/KEB/KES/2016.
*SK Bupati Banyuasin** Nomor: 10157/KPTS/BKPSDM/2024 tentang Kenaikan Pangkat PNS dalam jabatan Bidan Mahir (Golongan Penata Muda / III/a).
Dugaan Kepentingan Pribadi dan Penolakan Warga
Menurut pengakuan warga, Bidan Fitriyani sama sekali tidak memiliki catatan kesalahan selama bertugas melayani masyarakat. Warga menduga pengusiran ini sarat akan unsur kepentingan pribadi Kades Sarjoni yang berniat memasukkan istrinya—yang baru saja diangkat sebagai PPPK pada tahun 2023 dan sebelumnya bertugas di Puskesmas Betung Kota—untuk menggantikan posisi Bidan Fitriyani.
“Ini murni dendam pribadi dan ada unsur kepentingan. Padahal Bidan Fit sudah 16 tahun bekerja di sini dan kami sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri. Pelayanannya sangat baik dan tidak pilih kasih,”* ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menambahkan, Kades sempat mencoba mencari dukungan dari perangkat desa dan RT setempat, namun hanya mendapati sekitar 30 orang yang mendukung langkah tersebut. Sebaliknya, sebanyak 200 warga secara tegas menandatangani petisi tertulis untuk mempertahankan Bidan Fitriyani agar tetap bertugas di Pulau Rajak.
Akibat kisruh ini, Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) setempat dilaporkan telah tutup selama hampir sepekan, sehingga membuat warga resah kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan.
Klarifikasi Bidan dan Kepala Desa
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Bidan Fitriyani, S.ST., membenarkan bahwa dirinya untuk sementara waktu mengosongkan fasilitas Puskesdes demi menghindari konflik yang berkepanjangan.
“Iya memang benar Puskesdes sudah aku kosongkan untuk sementara ini. Aku sudah 16 tahun bekerja di Pulau Rajak, rasanya warga situ sudah kayak keluarga sendiri. Apalagi kampung halaman saya di Lubuk Karet berbatasan langsung dengan Pulau Rajak tidak berjarak jauh,”* cetusnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kades Sarjoni saat dikonfirmasi membantah tudingan bahwa dirinya telah melakukan pengusiran. Ia berdalih tindakannya hanya bertujuan agar pelayanan kesehatan di Desa Pulau Rajak dapat berjalan lebih maksimal, menyusul adanya laporan warga yang menyebutkan sang bidan tidak berada di tempat saat ada warga hendak melahirkan.
Selanjutnya Kepala Puskesmas Betung — kota dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsapp tidak memberikan jawaban demikian juga dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin sehingga berita ini ditayangkan.








