Palembang,MNN- Mulai terasa sejak sepekan terakhir bulan Nopember 2019 ini terjadi kelangkaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM), kecuali jenis Pertamax disetiap Station Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang hampir merata terlihat di sepanjang pantauan media ini dalam perjalananya (20/11/2019) hingga (28/11) mulai dari Ibu kota Jakarta-Lampung sampai diwilayah Sumatera Selatan.

Ada terlihat dibeberapa SPBU yang melayani pembeli menggunakan derigen, dengan dalih selain untuk pengguna kendaraan didaerah yang jauh dari lokasi SPBU juga mereka ada surat rekomendasi resmi dari pemerintah terkait dan itu terpantau hampir disemua SPBU. Kalau diwilayah Tangerang dan Serang Banten mengaku untuk dijuar eceran sendiri, tetapi kalau di Provinsi Lampung pembeli BBM menggunakan derigen saat ditanya ngaku dikawal preman yang bekerjasama dengan pemilik SPBU untuk dijual kembali kepada pengecer di Desa-desa terpencil, katanya.
Lain lagi dari pengakuan pembeli BBM diwilayah Provinsi Sumatera Selatan yang menggunakan derigen dikatakan dibeak-up oleh aparat, tetapi dari satuan mana mereka enggan berkomentar secara terbuka, jadi kebenaranya pun masih perlu dengan pendalaman yang intensif, namun dikatakan setiap derigen isi 34 liter itu upahnya Rp 10 ribu diluar harga BBM.
Belum diketahui apa yang menjadi penyebab kelangkaan BBM tersebut, kalau mendengar jawaban beberapa petugas pengawas di beberapa SPBU yang jawabanya hampir tak berbeda yang dikatakan bahwa stok jatah BBM jenis Premium, Solar dan Pertalite dalam satu kali 24 jam hanya 8 ton, ucap Hrs (21) kepada wartawan media ini dikawasan Tangerang Banten beberapa waktu yang lalu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mty (20) dikawasan SPBU Provinsi Lampung ketika dibincangi wartawan media ini dan jatah atau stok BBM jenis Solar, premium dan Pertalite termasuk Pertamax yang masing-masing hanya 8 ton dan wajar kalau ada kendaraan yang mengantri hingga mengular lebih 1 km dari dua arah menuju SPBU ini.

Kalau kelangkaan BBM diwilayah Sumatera Selatan ini sepertinya hampir diseluruh SPBU merata tidak hanya didalam kota bahkan diseluruh daerah dimana ada SPBU terpantau terjadi antrian yang mengular, itu penyebabnya selain stok yang pas adanya, sedangkan pengguna BBM terus bertambah, terang Rian petugas SPBU dikawasan Sumsel dan banyak kendaraan dibuat kesal karena pake lama ikut mengantrinya.
Untuk sementara, sampai berita ini ditayangkan dari pihak Pertamina Sumatera Selatan di Palembang belum ada yang diminta konfirmasinya terkait terjadinya kelangkaan BBM disetiap SPBU dalam sepekan terakhir Nopember 2019 ini.(waluyo)








