Palembang, MNN- Seni trdisional asli dari Pulau Jawa yang satu ini ternyata juga bikin asyik diera melenial, sekalipun dalam pentasnya tanpa judul pun tidak menyurutkan para penontonya.
Seni jatilan yang dikenal di Sumatera nama Kuda Lumping itu ternyata peminat penari alias penjogetnya bukan hanya pemain asal dari Pulau Jawa saja melainkan ada yang dari warga Sumbar bahkan asli dari warga Musi pun banyak.
Walau tanpa judul setiap pentasnya kesenian ini selalu ada sinden yang mewarnai penampilan para pemainya, hingga membuat para penonton pun banyak terkesipu menikmati gaya para pemain yang terkadang tidak mengetahui sama sekali syair dan irama yang mengiringinya.
Selain itu pentas seni jatilan itu sekalipun para pemainya bukan dari jawa asli bisa larut kehilangan kesadaranya, layaknya orang kesurupan dan biasanya kalau siang hari pentasnya mulai pukul 13.45 wib hingga pukul 17.00 wib dan dilanjutkan malam hari dari pukul 20.00 wib hingga pukul 24.00 wib dan penonton terus bertambah.
Jatilan yang dipandu oleh Ki Martoyo asal Desa Sukamulya Kecanatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini tergolong laris manis dan paling digemari oleh penonton dimana saja pentas, jarena pemainya sudah terlatih juga irama gamelanya sangat disukai para pemirsa bahkan suara sinden yang membawakan lagu-lagu campursari yang mengiringi setiap tarian yang disukai warga baik asal Pulau Jawa maupun warga Asli Sumatera.
Ki Martoyo mengatakan, kesenian tradisional yang dipandunya ini merupakan warisan sejak nenek moyangya dulu, sekarang ini memang tidak selengkap era dirinya masih menjadi pemainya, tetapi jadilah sampai sekarang seni tanpa judul ini masih ada dan digemari masyarakat, sekalipun tergolong seni deso, tutupnya sembari berharap agar kesenian tetap digemari kepada pemerintah ada perhatian biar tetap langgeng.(waluyo)








