Diduga Penangan Covid di Banyuasin Ada Yang Terlantar

Banyuasin, medianusantaranews.com- Semenjak ada Covid-19 Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dari Fraksi PKB, Emi Sumirta yang paling getol mensosialisasikan upaya pencegahan dan memutus berkembangnya virus yang saat ini dibesar-besarkan karena bisa mematikan lebih cepat.a

Dlam perbincanganya dengan wartawan media ini (4/5/2010) mengaku prihatin terhadap perawat berinial MA yang merawat pasien positif Covid-19 berinisial RW juga perawat itu akhirnya meninggal dunia, yang dikabarkan belum tersentuh tindakan medis dari Tim Gugus Tugas Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin.

“Saya jadi bingung, kadang informasi yang kami terima dari beberapa bawahan Bupati terutama Gugus Tugas Kabupaten sepertinya tidak terjadi apa-apa dan selalu beres, nampaknya bekerja dengan maksimal. Kesempatan ini saya informasikan kepada Bupati yang terhormat, hingga saat ini masyarakat masih menunggu hasil tracing pasien terkonfirmasi positif Covid-19 (almh RW,red) yang tercatat sebagai warga Desa Salek Agung Kecamatan Air Salek,” tegas Emi.

RW bisa terpapar covid darimana, berdasarkan info dari banyak pihak dalam hal ini bawahan Bupati bahwa telah selesai tracing kontak dan sudah selesai di tes baik rapid tes maupun test swab. Realitanya sangat menyedihkan dan memprihatinkan ternyata setelah 11 hari kejadian meninggalnya pasien positif Covid-19 masih seorang perawat terabaikan, padahal perawat tersebut saat itu menangani langsung pasien terkomfirmasi positif Covid-19 (almh RW), ketika di Puskesmas Sri Katon bahkan perawat tersebut pun ikut dalam merujuk ke RS pelabuhan Palembang,” ungkap ketua PW Pagar Nusa Sumsel.

,” Sejak almh RW meninggal perawat tersebut secara sadar telah melakukan isolasi mandiri dikediamannya di Kelurahan Air Batu dan sangat memprihatinkan sampai detik ini belum ada sedikitpun kepedulian dari pihak yg bertanggung jawab untuk mendukung dan mensuportnya. Bahkan untuk test swab pun yang bersangkutan sempat diminta berangkat sendiri ke Puskesmas Srikaton dan RSUD banyuasin yang dua kali dijadwalkan tetapi selalu batal,” ungkapnya.

Untuk itu Emi berharap Bupati Banyuasin sekaligus Ketua Gugus Tugas Kabupaten mengingatkan jajarannya agar lebih serius dan proaktif dalam menangani kasus Covid-19, karena ini merupakan pertaruhan nyawa manusia, jangan sampai bawahanya hanya menyampaikan laporan ABS saja, tutupnya.

Sementara sampai berita ini ditayangkan dimedia ini pihak terkait dalam hal ini Ketua Gugus Tugas Kabupaten dan jajaran belum ada yang diminta konfirmasinya. (waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *