Diduga, Satpam Ikut Tutupi Proyek Siluman di PDAM Tirta Musi Palembang

Palembang, medianusantaranews.com- Baru jadi satpam berseragam coklat ala pakaian Dinas Kepolisian RI, ternyata masih tak bisa merubah sikap jadi lebih profesional, bahkan arogansinya dalam tugasnya dikedepankan, diduga selain keterbatasan intelektual yang dimilikinya, sehingga tidak memahami tugas jurnalistik.

 

Beredar dalam vidionya berdurasi sekitar 1,49 merit itu, ketiga satpam bersikeras menolak dan terus menghalang-halangi awak media yang mau mengkonfirmasikan adanya dugaan proyek siluman dan dananya jadi bancakan oleh banyak pihak itu.

 

Wajar jika tidak dapat memberikan pelayanan dengan baik dengan siapapun yang datang ingin memasuki areal proyek dilokasi PDAM Tirta Musi Palembang Provinsi Sumatera Selatan termasuk kepada para awak media yang mendapat proyeksi liputan tiba kelokasi mau meminta konfirmasinya atas dugaan adanya proyek siluman yang sudah viral di Medsos.

 

Tindakan tidak produktif, tak prosedural atas sikap menghalang-halangi Tugas jurnalistik yang dilakukan oleh sejumlah oknum satpam ketika ada awak media hendak melakukan peliputan pengerjaan proyek diduga siluman yang disertai papan nama proyek yang bernilai milyaran rupiah atas pengerjaan Intake bendungan baru yang berada di kawasan Jl. Syakirti Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang, pada Jum’at yang lalu.

Beberapa oknum satpam dikomandoi Riduan Dkk, diduga sengaja diperintahkan mengontrol pintu depan jika ada sejumlah wartawan dan siapapun yang melirik proyek tersebut, mereka ditugaskan agar menghentikan supaya proyek didalam aman tanpa dipublikasi yang jelas, nantinya akan terpantau tentang pengerjaan maupun nilai anggaran proyek yang kuat dugaannya disunat oleh pihak terkait didalam ruang lingkup proyek sedang berlangsung sampai saat ini, mereka ditugaskan guna menjaga dan mengawasi lingkungan serta Proyek Intake tersebut apalagi dari media, yang diduga alergi terhadap wartawan yang hendak meliput.

 

Ketika Wartawan dari media cetak dan online dilarang masuk apalagi liput kelokasi proyek Intake tersebut, meskipun awak media sudah menunjukkan identitas diri untuk melakukan tugas jurnalistik masih tetap menghalanginya, artinya sangat kuat ada proyek siluman yang disunat oleh jajaran PDAM jika tidak ada keterbukaan publik, pada Jumat 01/10/2021, sekitar pukul 13:30 wib.

 

Tiga orang Satpam terbilang nyleneh Riduan dan rekannya melarang sejumlah awak media dilokasi untuk melakukan peliputan dengan alasan harus ada izin dari pusat dan Ketua pelaksana serta komandan regu mereka. “Pak Dilarang masuk, bacola dulu tulisan yang ada di gerbang dan kamu jugo harus izin dari pusat atau komandan regu dulu,” terangnya.

 

Dimana saat awak media yang sempat menemui salah satu pihak proyek PDAM Sehari sebelum kejadian sikap penghalangan ini terjadi, para rekan wartawan sudah bertemu komandan regu tersebut dan menyuruh rekan wartawan meninggalkan nomor handphone dan akan menghubungi para wartawan kembali.

 

Ditunggu tidak ada kabar dan merasa dihina profesinya, karena sudah dalam agenda yang diproyeksi dari redaksinya masing-masing, akhirnya rekan rekan wartawan mendatangi kembali lokasi proyek Intake yang diduga proyek siluman tersebut, sampai dilokasi hal yang tidak baik yang disuguhkan oleh oknum satpam terhadap rekan jurnalistik.

 

Sepekan kemudian pada Jum’at lalu, direktur utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya saat dikonfirmasi tentang permasalahan tersebut, ternyata memang susah dihubungi bahkan saat Hanfhone watshap aktif, selalu di tolak saat ingin menanyakan permasalahanya.

 

Via telpon Andi mengatakan, bahwa semua sudah diserahkan kebagian humas dan bagian umum.” Ya, semua permasalahan ini sudah saya koordinasikan kejajaran humas, saya serahkan urusan ini ke bagian umum, jadi telfon be Hardi nyo,” jawabnya.(mnn/Biro-SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *