Muara Enim
medianusantaranews.com
Eks narapidana teroris (Napiter) Kabupaten Muara Enim Sholihin Warga Dusun I Desa Lubai Persada Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim.mengeluhkan tidak adanya perhatian pihak perusahaan untuk menanggapi proposal yang perna dia sampaikan sekitar setengah tahun yang lalu.
Padahal kata Sholihin, dirinya cuma menyampaikan proposal kepada pihak perusahaan yang ada disekitar pemukiman dia saja. Proposal itu dia sampaikan melalui Kepala Desa Lubai Persada.
” Saya sudah menyampaikan proposal ke pihak perusahaan yang lokasinya ada didepan mata saja, saya mohon bantuan guna modal usaha. karena saya belum memiliki usaha untuk kelangsungan hidup keluarga saya ” Ujar Sholihin, Selasa (25/01/2022).
” Namun sudah hampir setengah tahun tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan ” Tambahnya.
Dikatakan Sholihin, proposal yang dia ajukan itu adalah ke perusahaan Migas PT Pertamina, ke Perusahaan kayu kertas PT Musi Hutan Pesada (MHP) dan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Serasan Sekundang. Hanya 3 perusahaan itu saja, karena lokasi operasionalnya ada didepan mata.
” Saya mengajuan proposal guna minta bantu modal usaha kepada tiga perusahaan itu, yang lokasi operasionalnya ada didepan mata. Sudah lama kami ajukan proposal itu tapi sampai saat ini tidak ada realisasinya ” Terang Sholihin lagi.
” Kami sih sangat berharap ada bantuan, atau kalau pun tidak bisa membantu setidaknya proposal kami itu bisa dibalas, biar kami tidak menunggu dan tidak berharap lagi ” Keluhnya.
” Kami sangat memerlukan bantuan cuma untuk kelangsungan hidup kami. Karena kalau seandainya tidak ada bantuan mungkin kami akan merantau untuk mencari penghidupan di tempat lain ” Ungkapnya.
Sholihin juga menambahkan, bahwa terkait proposal nya itu, pihak PT Pertamina perna melakukan survey di kediamannya. Namun setelah itu tidak ada kabar berita lagi. Tidak ada realisasinya.
Juga ada infomasi yang ia dapati bahwa PT Serasan Sekundang, ada memberi bantuan sebesar Rp 1 Juta. Namun sampai saat ini bantuan itu tidak perna ada sampai ke tangannya.
” Terhadap proposal proposal itu, Kami cuma ingin minta kejelasan dari fihak perusahaan PT Pertamina, PT MHP dan PT Serasan Sekundang, ada bantuan atau tidak. biar kami tidak berharap dan terus menunggu ” Tukasnya.
Sholihin juga berharap kepada Pemkab Muara Enim agar akses jalan tanah yang menuju ke pemukiman mereka mendapat perbaikan, paling tidak bisa dilalui kenderaan ketika datang hujan. Karena kondisi akses jalan itu ketika musim hujan sangat berlumpur tidak bisa dilalui kenderaan.
Juga terkait masjid yang mereka bangun pada tahun 2017 lalu, yang sampai saat ini belum selesai. Sholihin juga mengharapkan bantuan dari semua dermawan agar masjid itu bisa diselesaikan.
Pada kesempatan ini Sholihin juga mengucapkan terima kasih kepada unsur Muspida melalui Kapolres Muara Enim yang sudah memberikan bantuan sepasang kambing..Sepasang Kambing itu saat ini sedang dipeliharanya untuk dikembang biakan.
” Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolres Muara Enim dan unsur muspida yang sudah memberikan bantuan sepasang kambing, untuk kami ternakan, semoga bermanfaat dan berkah ” Ucap Solihin mengakhiri perbincangannya.
Sekedar informasi bahwa Sholihin adalah eks narapidana teroris yang diamankan Densus 88 di Desa Lubai Persada Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim pada Minggu (10/12/2017) silam. Waktu itu sholihin diamankan Densus 88 bersama rekan rekannya yang lain.
Sholihin diduga terlibat menyembunyikan DPO teroris Abdul Kadir alias Yazid alias Abu Ibrahim alias Abu Alana alias Sunardi. Mengetahui tentang perencanaan penyerangan Mapolres Baturaja dan mengarahkan untuk melakukan penyerangan Kantor Brimob di Jakarta/Depok. Menyiapkan sarana latihan fisik dan latihan memanah bagi para jemaahnya untuk persiapan penyerangan. Menggerakkan dan mempublikasikan kepada para pendukung Daullah di Indonesia untuk bergabung membuat komplek / pemukiman / kamp khusus di SP 1 Trans Barito Desa Lubai Persada Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim.
Namun setelah bebas dari pembinaan beberapa tahun di Lapas Nusakambangan. Sholihin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia ingin memulai kehidupan baru bersama keluarganya di Desa Lubai Persada Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim. (Ab)








