Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com
Untuk diketahui bahwa PT Pertamina itu adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang notabene juga milik rakyat Indonesia. Jadi hendaknya siapapun yang dipercaya bekerja di BUMN ini harus memiliki rasa juga sebagai bagian dari rakyat Indonesia dan juga memiliki SDM sesuai dengan bidangnya.
Namun diduga hal itu tidak dimiliki oleh oknum Comrel Perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field, Triwahyu Andika.
Pegawai yang satu ini dinilai kurang profesional menanggapi sebuah konfirmasi sejumlah awak media yang bertugas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan. Yang ada, Comrel Perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field, Triwahyu Andika justru mengajari wartawan dalam membuat berita.
“Jangan menerbitkan berita yang masih menduga-duga, karena menurutnya pihak perusahaan merasa resah dengan berita yang masih mengambang. Buatlah berita itu yang jelas, jangan uji si, A, si B, itukan belum jelas namanya, itu Masi opini publik, Aku ini ngerti soal berita kalau mau jadi wartawan,”Papar Triwahyu Andika, dihadapan 7 orang wartawan dan 4 orang dari ormas Aliansi Nusantara intervensi tugas tugas wartawan.
Sebelumnya sejumlah awak media hanya bermaksud mengkonfirmasi terkait keberadaan pipa line Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field, yang melintang diatas jalan warga ke kebun, sehingga menyulitkan petani membawa hasil kebun melewati jalan tersebut yang berlokasi di Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI.

Warga sangat kesulitan mengangkut hasil kebun lantaran ada jalur pipa minyak Pertamina Adera Field melintang diatas jalan warga
Pada konfirmasi itu sejumlah awak media bermaksud meminta penjelasan dan klarifikasi dari Comrel Perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field, Triwahyu Andika.
Namun, pihak Oknum Comrel Perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field ini malah mendiskreditkan wartawan dengan perkataan bahwa wartawan yang bertugas di Kabupaten PALI selalu membuat berita bersifat opini publik.
Sontak saja mendengar perkataan Humas Pertamina Adera tersebut, sejumlah wartawan yang berada di ruangan kantor Pertamina Adera terpancing emosi.
Salah satunya wartawan, Suherman.ST, yang merupakan Wartawan pemegang sertifikat kompetensi wartawan Mudah Dari Dewan Pers dan juga wakil ketua bidang organisasi pembelaan wartawan PWI PALI menyangkal apa yang dikatakan Triwahyu Andika tersebut.
Suherman menegaskan, bahwa tidak semua wartawan demikian, dan juga lanjutnya, bukan tempatnya untuk membahas soal kode etik profesi jurnalistik, sekarang ini tak lain hanya meminta jawaban Pertamina Adera Terkait pipa line Pertamina yang terkesan menyulitkan petani membawa hasil kebun melewati jalan yang terhalang pipa line.
” Tak Profesional, Lain ditanya lain di jawab. terlebih lagi menggurui wartawan yang bertugas di Kabupaten PALI, sudah jelas-jelas pertanyaan yang kita lontarkan. Seolah – olah, BUMN milik negara ini tidak lagi peduli dengan kepentingan masyarakat banyak,”,tutur Suherman.
” Mestinya. jawab saja sesuai Topik, bukan malah menggurui cara kerja wartawan, kita tau etika penulisan dan tidak perlu digurui Comel Adera,” kata Suherman.ST.
Tak berselang lama, karena emosi merasa digurui oleh pihak perusahaan, semua awak media langsung keluar meninggalkan ruangan tanpa menyelesaikan Konfirmasi yang sudah menjadi tujuan utama.(Tim/AE)





