Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com
Disaat kabar gembira datang dari sektor hulu migas nasional terhadap capaian positif dari pengeboran sumur pengembangan di wilayah
PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4
Sumatera Selatan
Namun sungguh miris, kabar tidak gembira justru datang juga dari wilayah PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4, yang mana jalur pipa di wilayah ini terus menerus mengalami kebacoran.
Kali ini terjadi di jalur pipa migas yang berlokasi di Simpang Desa Babat Kecamatan Penukal menuju Simpang 4 Betung Kecamatan Abab, pada Rabu (22/04/2026).
Dari informasi petugas di lapangan, pipa yang mengalami kebocoran tersebut diduga merupakan jaringan pipa milik PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Field Adera, yang mengalirkan gas dari wilayah Pendopo menuju stasiun pengumpul Adera Field yang berada di Desa Pengabuan Kecamatan Abab.
Saat kebocoran, terpantau sejumlah petugas terlihat telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan. Area sekitar titik kebocoran pun telah dipasangi garis polisi guna mencegah warga mendekat, mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dari kebocoran gas.
Sekedar informasi, insiden kebocoran jalur pipa migas di wilayah ini bukanlah peristiwa pertama kali, melain sudah sangat sering terjadi dan sebagian telah diberitakan media ini.
Karena seringnya terjadi kebocoran di jalur pipa migas di wilayah itu, bila terjadi insiden kebocoran, tidaklah terlalu mengagetkan warga setempat.
Yang ada, tentulah warga yang merasa dirugikan karena terjadi pencemaran lahan warga bahkan pencemaran sungai di lokasi kebocoran di wilayah itu
Sedangkan kabar gembira, Sebagaimana dilansir dari ruangenergi.com, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan capaian positif dari pengeboran sumur pengembangan di wilayah Sumatera Selatan yang menunjukkan hasil awal produksi menjanjikan.
Djoko bercerita kepada ruangenergi.com, Sumur TMB-028, yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP melalui Pertamina Hulu Rokan Zona 4, berhasil mencatat uji produksi awal sebesar 304 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini menjadi sinyal kuat potensi tambahan produksi dari lapangan eksisting di tengah upaya menjaga tren lifting nasional.
Pengeboran sumur yang berlokasi di Struktur Tanjung Miring Barat, Lapangan Limau—sekitar tenggara Prabumulih—dimulai sejak 25 Maret 2026.
Dalam waktu kurang dari satu bulan, tepatnya per 20 April 2026, sumur ini telah mencapai tahap uji produksi.
Produksi dari TMB-028 berasal dari lapisan TAF-K1, salah satu reservoir eksisting yang masih menyimpan potensi signifikan. Untuk mengoptimalkan aliran, sumur ini menggunakan metode artificial lift dengan Electric Submersible Pump (ESP) dalam kondisi open flow.
Dari sisi teknis, pengeboran dilakukan secara directional menggunakan rig PDSI ##01.2/N80B-M hingga kedalaman 1.660 meter measured depth (mMD) atau 1.625,68 meter true vertical depth (mTVD). Seluruh proses pengeboran hingga uji produksi diselesaikan dalam waktu 23 hari—sebuah capaian efisiensi yang mencerminkan praktik operational excellence di lapangan.
Tak hanya soal produksi, aspek keselamatan kerja juga menjadi sorotan. Operasi di sumur ini mencatat 34.188 jam kerja aman (safe man hours) tanpa insiden, menegaskan komitmen kuat terhadap standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Dalam laporannya, Djoko Siswanto menyampaikan harapan agar produksi sumur ini dapat segera stabil dan bertahan dalam jangka panjang. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga momentum positif ini.
Capaian ini menambah deretan “good news” bagi industri hulu migas Indonesia, sekaligus memperkuat optimisme bahwa target peningkatan lifting nasional bukan sekadar wacana.
Dengan semangat kolaborasi antara SKK Migas dan Pertamina, satu pesan kembali digaungkan dari lapangan: lifting naik, bisa—dan harus bisa.
Sebelumnya dar phe.pertamina.com, PT Pertamina EP (PEP) Adera Field sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra juga berhasil menemukan potensi gas di sumur BNG-068 (BNG-D11) yang berlokasi di Area Southeast Benuang.
Uji produksi awal mencatatkan hasil yang signifikan, dengan minyak sebesar 300 BCPD dan gas mencapai 10,51 MMSCFD. Kontribusi produksi dari sumur ini membuat produksi gas Adera Field mencapai 27,05 MMS. CFD, atau meningkat 324% dari target produksi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 8,35 MMSCFD.
Dengan penemuan sumur BNG-068, Adera Field mencatat penjualan gas rata-rata pada Mei 2025 sebesar 21,61 MMSCFD, meningkat 26% dibandingkan bulan sebelumnya. Guna mengoptimalkan pemanfaatan gas dari sumur eksisting dan hasil pemboran baru, Adera Field tengah menambahkan gas compressor untuk meningkatkan tekanan gas agar dapat dijual secara optimal kepada konsumen.
General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto menjelaskan, strategi utama dalam meningkatkan produksi di Adera Field adalah dengan mempertahankan produksi eksisting dan mempercepat program pemboran di Cluster Benuang.
Keberhasilan pemboran di kawasan ini melampaui target, dengan 5 sumur telah dibor pada semester I 2025 dan perkiraan 9 sumur baru lainnya.
Adapun PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Zona 4 mengoperasikan 7 Wilayah Kerja, yaitu Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, Ogan Komering dan Raja Tempirai, yang tersebar di 258 desa, 45 kecamatan, serta 12 Kota/Kabupaten, yaitu Prabumulih, Palembang, Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan ilir Ogan Komering Ulu dan Musi Rawas Utara. (Red)








