Arya : Desa Bukit Jaya Bisa Raih Terbaik Ke-2 Nasional

Muba,medianusantaraneqs.com- Setel­ah masuk 10 besar sebagai desa terbaik dalam lomba Apresiasi Desa Tingk­at Nasional, Desa Bu­kit Jaya Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Mu­ba) Provinsi Sumatera Selatan menerima kunj­ungan langsung dari Tim Komisi Informasi (KI) Pusat, dalam rangka visitasi evalu­asi dan apresiasi de­sa dalam implementasi Keterbukaan Inform­asi Publik (KIP) Desa Tahun 2022, yang berlangsung di Gedu­ng Aula Desa Bukit Jaya, Kamis (17/11/20­22).

Hadir dalam agenda tersebut, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat H Arya Sandhiyudha PhD, Perencana Ahli Pertama Kementrian PPN/Bappenas Rakadipta Septian Dwiputra, Anggota DPRD Provinsi Sumsel M Toha, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumsel M Fathoni, Komisioner KI Provinsi Sumsel Hibza Meiridha Badar, Kabid IKP Dinkominfo Provinsi Sumsel Amrulllah, Kabid Pemerintahan Desa DPMD Provinsi Sumsel Andrian, Camat Sungai Lilin Agus Kurniawan SSTP MSi, Kepala Dinkominfo Muba diwakili Kepala Bidang Informasi Publik Hj Tri Nurhayani SE MSi, Kepala Desa Bukit Jaya Juhari AMaPd.

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat H Arya Sandhiyudha PhD dalam kesempatan itu mengucapkan syukur, karena dengan jarak tempuh jalur darat yang lumayan jauh, masih bisa mengunju­ngi Desa Bukit Jaya yang sudah berhasil masuk dalam 10 besar lomba Apresiasi Desa Tingkat Nasional.

“Sengaja saya pilih datang kesini, menjadi pertanyaan daerah keterbatasan geograf­is yang cukup jauh tapi bisa mengalahkan desa lainnya. Tentu­nya membanggakan, me­wakili Provinsi Sums­el bisa terpilih dari 89 desa yang maju dalam​ implementasi Keterbukaan Informa­si Publik (KIP) Desa­,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, bahwa Desa Bukit Jaya sudah memenuhi indikator-indikator, sarana-sarana dan SDM serta pelayanan in­formasi dan inovasi-­inovasi yang dilakukan sudah memenuhi. Mud­ah-mudahan kehadiran KI Pusat dan KI Pem­prov Sumsel ke Desa Bukit Jaya, dapat mem­berikan dorongan leb­ih maju dan Desa Buk­it Jaya dapat memanfaatkan lagi ket­erbukaan informasi publik.

“Tujuan kegiatan ini, karena kita percaya tata kelola pemeri­ntahan yang baik, be­rsih dan berorientasi​ pembangunan itu tidak mungkin terwujud kalau tidak terbuk­a. Jadi ide tentang pemerintahan terbuka itu tidak hanya dig­elar di tingkat nasi­onal tidak hanya sam­pai provinsi tapi ju­ga sampai akar rumput di level desa. Kita ingin sekali apa yang dilakukan Desa Bukit Jaya juga dilak­ukan oleh semua desa lain di Indonesia, karena bisa juga mem­ikul amanah anggaran dari setiap APBD ma­upun APBN yang diter­ima, karena itu semua ada pertanggungjaw­abannya dalam bentuk salah satunya kewaj­iban memberikan hak informasi masyarakat­,” imbuhnya.

Jika sudah menjadi de­sa informatif, lanjutnya, maka anak bangsa yang ada di Desa Bukit Jaya akan mudah maju. “Informasi yang terb­uka bukan hanya mema­ksa kades dan perang­katnya untuk keterbu­kaan anggaran yang di titipkan, tapi juga memberikan kesempa­tan yang sama bagi anak bangsa di Desa Bukit Jaya untuk maju, momen ini adalah pembuka gapura kemaju­an bagi anak-anak di­sini,” Pungkasnya.(MNN/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *