Bencana Banjir Tungkal Ilir Tak Bisa Dianggap Sepele

Banyuasin,medianusantaranews.com- Penanganan musibah alam yang dialami ratusan bahkan ribuan jiwa di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada tahun ini tak bisa dianggap sepele, karena sudah lebih 2 pekan Nopember 2022 belum ada solusi untuk mengurai genangan air yang menggenangi jalan dan permukiman warga bahkan dari dampak itu membuat hancurnya ruas jalan menuju ke desa-desa.

Pantauan media ini dilokasi bencana yang kini mengeluh bukan hanya warga saja bahkan Pemerintah Desa dan BPD pun sudah kehabisan akal mencari solusi menanggulangi bencana yang sedang dialami warganya.

Menurut informasi dari berbagai sumber yang dihimpun usulan yang diajukan untuk normalisasi saluran air baik di saluran Navigasi, Primer dan Sekunder termasuk pengerasan dan pengecoran ruas jalan Utama ke Pemerintah Pusat, Provinsi Sumatera Selatan pun tidak ada yang direspon, sementara usulan ke Pemkab Banyuasin baik secara langsung kami sendiri atau melalui pak Camat, sangking kebalnya muka ini masih tak ada bosan-bosanya, jadi mau mengusul kesiapa dan dimana lagi, ujar dari salah satu Kades yang desanya sudah lebih 15 hari terendam dengan ketinggian air saat ini masih bekisar 20 cm yang ada didalam rumah warganya ditambah ruas jalan kedesanya pun terputus.

“Kami saat ini tidak butuh uangnya, tapi material batu koral atau tanah merah dan alat berat yang bisa untuk mengurai baik genangan air dan perbaikan ruas jalan kedeaa-desa sudah tenang pikiran”, tegas beliau saat berdiskusi yang digelar oleh Camat Tungkal Ilir di Pendopoan Kecamatan beberapa waktu yang lalu.

Diskusi membahas menanggulangi bencana diwilayah Kecamatan Tungkal Ilir yang dipandu langsung oleh Seman, SPd. M.Si terlihat hadir Camat Tungkal Ilir Yudianto Iwan Kurniawan, Kapolsek Iptu R. Panji Nugroho, Ketua Forum Kades, Ketua forum BPD, para Kades se-kecematan Tungkal Ilir, Sebagian Tokoh Masyarakat, perwakilan dari perusahaan yang operasionalnya diwilayah Tungkal Ilir.

Diungkapkan Camat Yudi, menyebut masalah jalan putus dan permukiman warga tergenang air awalnya penyebab akibat intensitas turun hujan cukup lebat ditambah permukaan air laut yang sedang pasang pun cukup tinggi juga efek pengguna jalan yang tidak sesuai kapasitas tonase jalan produksi.

Tujuan kami gelar diskusi itu pertama tak dapat respont semua usulan yang telah diajukan, maka saya sengaja minta kepihak perusahaan yang operasinya ada diwilayah Tungkal Ilir untuk ngadepi musibah bencana tahun untuk lebih peduli kemanusiaannya.

Yudi berterimakasih khususnya kepada menegemen prusahaan Hindoli Stal dan Pt. Campang Tigo yang selama ini sudah terlihat kemanusiaan terhadap desa yang jadi penyangga perusahaan, bahwa kedua perusahaan itu telah ada faktanya

Ditambahkan Yudi Camat, secara lesan saya sampaikan ke Bupati Banyuasin H Askolani dan dia berjanji secepatnya bakal turun keloksi bencana, seperti di-3 Desa yang telah terisolir, namun ada hal yang tidak bisa diwakilkan, maka waktu itu beliau Bupati tidak bisa hingga hari ini, imbuh Yudi ketika itu.

Dalam diskusi kesepatan itu Adi dari Hindoli Stal untuk menangani masalah kerusakan jalan yang batu koralnya mudah hilang dan genangan air dipermukiman warga di wilayah penyangga itu menurutnya butuh water menegement yang penting dulu, maka penyebab airnya tertanggulangi.

Ketika dimanagemani dengan baik dan persoalan yang saat ini dialami warga di wilayah Tungkal Ilir akan menemukan solusi, tetapi jika tidak dipedulikan yang dijelaskan itu, masih tidak ada solusi, kata Humas Pt. Hindoli Stal.

Disambung Hadi Solekan, kesulitan saat ini mengatasi kerusakan jalan di Dusun Tritunggal persoalanya ada beberapa warga yang setempat yang tidak boleh mengizinkan didepan rumahnya dibuat paret saluran air. Padahal tujuanya saat datang air bisa langsung mengalir dan mengering.

Sambung Camat untuk jalan ke Keluang- Bentayan persoalanya dibuatkan diareal kawasan rawan, maka tidak pernah ada baiknya, maka perlu kordinasi dengan PTPN VII, namun sayangnya diundang diajak berdiskusi diundang resmi oleh Camat perusahaan itu tidak hadir.

Untuk menanggulangi kerusakan jalan di Mulut laut ada 3 Desa SP1, SP2 dan SP3 kata Kades Karang Anyar Sukoco juga sebagai Ketua forum Kades Kecamatan Tungkal Ilir saat ini permukiman warga yang tergenang 334 KK sudah 16 hari dan berusaha dengan tengkulak sawit dengan merental alat berat, tapi masih terkendala biaya. Dari dana desa tidak bisa digunakan untuk digunakan. Maka kami Royongan tidak mungkin karena kondisi terendam ketinggian air diatas 20 cm bahkan desanya Karang Anyar terparah tetapi Prioritas untuk di Desa Karang Mulya dulu.

Sukoco juga mengaku bingung untuk meminta solusi kepada 8 orang anggota DPRD dari Dapilnya tidak ada yang respon, kecuali hanya dengan Abah Ali Mahmudi yang langsung kita datangi dikediaman langsung dan ketika itu kami disambungkan ke Bupati juga janji baru bisa datang ke lokasi bencana sini dua pekan kedepan ketika itu janjinya dan kepada kepala PU pun berjanji pihak PU siap alatnya dan minyak sertanan makan operator dibebankan pada pihak Pemdes, sedangkan saat masyarakat di kawasan bencana tinggal bisa pasrah, ungkapnya.

Kembali Camat menegaskan, untuk cepat menanggulangi bencana diwilayahnya, bila memang pihak perusahaan butuh surat resmi, Camat siap membuatnya, sebab di Tungkal Ilir dari tahun 1996 persoalan ini hingga sekarang belum ada perubahan dan pernah saya sarankan patungan beli alat berat, tapi dari Kades belum ada direspon oleh 14 Desa.

Supra sekdes teluk tenggulang meminta kepada perusahaan bisa berbagi untuk buat jadwal sehingga membuat saluran air agar air itu mengalir cepat sehingga tidak rumit mencari solusi jika memang perusahaan peduli dengan masyarakat desa penyangga.

Kades SP1 mukut laut Misyana desanya terisolir dan kami dari 4 Desa ke Balai Besar sudah bosan, karena tidak pernah ada respon. Eka kades SP2 meminta secepatnya direalisasikan. Kepada perusahaan bekerjasama untuk pelihara jalan jangan sampai rusak terlebih dulu. Demikian juga diungkapkan oleh Tusriah Kades SP2 menambahkan upaya pembuangan air bersama perusahaan CT menjebol tanggul dan butuh tanggul banding sampe SP2.

Sugi Perwakilan BPD Tungkal Ilir meminta kerusakan jalan dan genangan air di permukiman warga itu meminta kepedulian perusahaan bisa peduli kemanusiaan pada masyarakat penyangga, sayangnya tidak semua perusahaan yang diundang banyak tidak hadir dan yang mewakili hadir pun tidak banyak memberi solusi, padahal justru dari perusahaan raksasa seperti dari Pt. Pertamina dan jajaranya, tutupnya.(MNN/cw-roni)

Editor : waluyo

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *