Musim PPDB T.A. 2023-2024 Berkembang Isu Banyak Siswa Siluman

M. Nasir : wanti-wanti di Banyuasin jangan ada

Banyuasin,medianusantaranews.com- Rame diperbincangkan kalangan masyarakat bawah terkait musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) baik ditingkat SD, tingkat SMP bahkan tingkat SMA/K tahun ajaran 2023-2024 ada isu bahwa ada siswa baru yang lolos menjadi peserta didik pada sekolah yang dimaksud tak melalui jalur ketentuan yang ditetapkan alias menjadi peserta didik baru siluman. Isu yang berkembang terkait cuitan-cuitan itu pada Sekolah Negeri baik tingkat SD, SMP dan SMA serta SMK yang tergolong favorit di Kabupaten Banyuasin.

“YL” (46) salah satu warga Banyuasin kepada wartawan media ini mengaku belum bernasib kehidupan ekonominya di musim penerimaan siswa baru tahun ajaran 2023-2024 merasa tarik nafasnya sangat berat, anaknya di tahun ajaran baru ini terancam tidak melanjutkan sekolahnya, lantaran tak punya biaya, sedang sekolah negeri terdekat satu-satunya dekat dengan tempat tinggalnya sudah mengikuti jalur test, tetapi masih tak lulus dan bisa lulus anaknya kalau saya siap bayar Rp 2,5 juta dan itu aturanya, ujinya menirukan panitia PPDB.

Kata Dia yang bikin pusing masalah sekolah 2 anaknya itu, yang satu belum dinyatakan lulus dari SD dan satunya belum ada pengumuman lulusan SMP, tapi yang SD itu sudah ikut tes di SMP dan satunya belum ada pengumuman lulus SMP, saat ikut test di SMA tapi tak lulus.

Masih menurutnya, yang buat pikiranya kusut untuk kelanjutan dari kelulusan anak-anaknya, apakah itu bisa dijamin atau tidak kelulusanya anak-anaknya itu dari sekolahnya, baik yang ikut ujian SD maupun yang ikut ujian di SMP, bahkan hingga hari ini (6/6/2023) di sekolah anaknya belum ada pengumuman kelulusan, ungkapnya.

Lanjut bapak yang berprofesi sebagai tukang ojek itu dibuatnya bingung, mendapat kabar bahwa yang lulus di SMAN mengenai biaya untuk seragam lebih dua juta rupiah itu belum biaya komite kabarnya juga mencapai dua juta Lima ratus ribu rupiah lebih ada, ujarnya usai ngantar penumpangnya di wilayah Kecamatan Lais Kabupaten Muba Provinsi Sumsel.

Ditempat berbeda terkait PPDB pada tahun T.A 2023-2024 dikatakan salah seorang pemuda berpengaruh di Kabupaten Banyuasin disalah satu ruangan dalam Gedung DPRD Banyuasin Sepriadi membenarkan kalau ada isu bahwa pada musim PPDB tahun ini banyak jadi siswa siluman di sekolah-sekolah yang kini sedang buming informasinya di masyarakat.

Pemuda yang punya julukan keren “Opo ujiku” itu menambahkan, kalau mendengar cuitan warga yang sering dijumpai banyak berkata begitu tentang “siswa siluman” maksudnya itu siswa yang dimaksud bisa lulus test atau diterima di sekolah lanjutan memakai pelicin atau menyuap, tapi tentang isu itu saya belum mengetahui secara langsung dan belum lihat bukti-bukti suapnya.

Namun demikian pemuda yang tak lepas peci warna hitam itu akan berupaya mencari bukti-bukti seorang pelajar bisa diterima disekolah dengan melakukan suap atau pelicin sehingga disebut sebagai siswa siluman, janjinya.

Di gedung yang sama, anggota Komisi IV DPRD Banyuasin dari fraksi Partai Golkar Muhammad Nasir usai sidang Paripurna saat diminta komentarnya terkait musim PPDB dan ada isu siswa siluman yang kini sedang buming di masyarakat olehnya dikatakan pihaknya akan berupaya mencari tau terlebih dulu dan berharap isu itu tidak terjadi. Warga sekaligus sebagai wali jika ada isu itu jangan mudah terprovokasi, buktikan kepastianya dulu.

Dikatakan M Nasir, yang diketahui di musim PPDB itu sudah berjalan dan jelas aturanya ada yang melalui jalur sistem zonasi, apermasi dan jalur ikut pindah orang tua bahkan ada sistem test. Jika memang calon siswa itu berprestasi pasti diterima di sekolah yang dimaksud.

Untuk isu siswa siluman itu mungkin sekedar isu, namun demikian masalah pendidikan itu memang benar bidangnya Komisi IV DPRD Banyuasin, agar isu tidak berkembang, tentu kewajiban kami harus mencari tau dan harus dapat bukti-bukti yang menguatkan.

Apabila ada alat bukti yang menguatkan bahwa benar di sekolah ada dari siswa siluman secepatnya kita lakukan sidak di sekolah tersebut, tetapi hanya untuk tingkat SD dan SMP kewenangan DPRD Banyuasin, kalau untuk tingkat SMA/K silahkan konfirmasinya ke DPRD Provinsi di Komisi V yang membidangi soal pendidikan, pungkas M Nasir sembari mewanti-wanti pihak sekolah penyelenggara PPDB untuk di Banyuasin jangan sampai ada yang dimaksud siswa siluman itu, sebab apapun alasanya yang begitu jelas tak boleh.(MNN/waluyo)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *