Banyuasin,medianusantaranews.com- Saat ini jarak tempuh perjalanan melalui ruas jalan nasional tujuan Palembang-Betung dan sebaliknya untuk di wilayah Kabupaten Banyuasin tidak bisa lagi di prediksi waktunya. Pasalnya, dalam satu tahun terakhir 2023 ini mengenai arus lalulintas ada perubahan memburuk.
Dulu ada yang bilang volume kendaraan bertambah, sedang ruas Jalintisum yang ketika itu dikatakan sempit, sebaliknya saat ruas Jalintisum sudah dilakukan pelebaran dan perbaikan, namun macet justru kian jadi momok bagi pengemudi, ucap Ratono (32) Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin saat berbincang didepan kawasan Terminal Betung beberapa saat yang lalu.
Persoalan yang sangat membuat jenuh para pengemudi berbagai kendaraan itu lanjut Ratono, berpikiran berbalik saling menyalahkan dari akibat cara perbaikan jalan oleh pekerjaanya yang lambat juga tindakan yang tidak tegas dari petugas terkait serta Pemerintah yang lamban mengambil langkah pemeliharaan ruas jalan itu.
“Menunggu ruas jalan rusak parah dan banyak laka hingga makan korban jiwa manusia baru pihak terkait mengambil langkah dan sikapnya, yang semacam itu namanya bahwa negara NKRI kita sudah tidak dalam baik-baik “, ungkap Ratono sembari berharap supaya ada tindakan cepat.

Truck pengangkut BBM terguling, akibatnya jalan lintas Kabupaten PALI dipenuhi tumpahan minyak, Senin (18/12/2023)
Dari data yang dihimpun dari beberapa pengemudi terkait terjadi kemacetan arus kendaraan dari dua arah diruas Jalintimsumsel tersebut ternyata ada penyebabnya yang antara lain dampak meningkatnya dari volume kendaraan yang melintas diruas Jalintimsumsel dan juga ada kendaraan yang rusak juga ada disebabkan akibat terjadi lakalantas dan sedang ada perbaikan ruas jalan serta patalnya lagi ada oknum Pengemudi yang berjalan suka saling serobot jalur saat dijalan itu tak terlihat ada petugas.
Seperti yang terjadi pada (18/12/2023) ini arus kendaraan Palembang-betung jadi melambat bahkan macet itu diakibatkan ada mobil berat yang rusak ditambah BBM nya habis dan mengantri dijalan di kawasan setiap SPBU, lalu ada oknum sopir saling menerobos jalur lawan yang akhirnya terjebak macet di kampung sendiri namanya, ujar Jhoni warga dari Betung.
“Sebenarnya saya malas sudah komentar karena percuma saja dan tidak ketemu solusinya dari pihak terkait”, uji Ahmadi Joe sopir angkutan sawit.

Via WhatsApp Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra ketika konfirmasi beliau mengatakan, “secara umum volume kendaraan meningkat hal ini menyebabkan kepadatan arus, kami siapkan jalur alternatif dititik tertentu, kami sdh laksanakan rapat koordinasi dgn stakeholder terkait menyiagakan mobil derek apabila ada kerusakan kendaraan, usaha spbu utk melakukan pengaturan yang baik”.
Lanjut Kapolres, “Polres banyuasin khususnya Sat lantas sudah menyiapkan personil untuk melakukan penjagaan, pengaturan dan patroli”, jawabnya.(MNN/waluyo)








