Medianusantaranews.com
Perkembangan korupsi di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch (ICW), pada tahun 2022 terdapat 579 kasus korupsi yang telah ditindak, meningkat 8,63% dari tahun sebelumnya ¹. Jumlah tersangka korupsi juga meningkat menjadi 1.396 orang, naik 19,01% dari tahun 2021.
Korupsi paling banyak terjadi di sektor desa, dengan 155 kasus pada tahun 2022. Sektor utilitas dan pemerintahan juga menjadi sasaran korupsi, dengan 88 dan 54 kasus, respectively ¹.
Dalam upaya memberantas korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani 1.351 kasus tindak pidana korupsi sejak 2004 hingga 2022. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi korupsi di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan laporan ICW, tren korupsi di Indonesia cenderung meningkat, terutama di sektor desa ². Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dan terkoordinasi untuk memberantas korupsi di Indonesia.
Kasus korupsi terbaru yang melibatkan ribuan triliun rupiah adalah kasus korupsi minyak mentah yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun. Kasus ini melibatkan PT Pertamina dan kontraktor kerja sama yang melakukan manipulasi ekspor-impor minyak mentah, sehingga menyebabkan subsidi negara terbuang sia-sia ¹.
Selain itu, ada juga kasus korupsi timah Harvey Moeis yang merugikan negara hingga Rp300 triliun. Kasus ini melibatkan manipulasi pengelolaan bisnis timah yang melibatkan perusahaan swasta dan pejabat negara
Kedua kasus ini merupakan contoh dari korupsi yang merugikan negara dalam jumlah yang sangat besar.
(Hadisaputra)








