Tanggamus – medianusantaranews.com
Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Tanggamus Agus Suranto membuka rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di ruang rapat utama Pemkab setempat, Selasa (9/9/2025).
Wabup yang juga sekaligus ketua TKPKD Kabupaten Tanggamus, rapat juga dihadiri Asisten II Hendra Wijaya Mega, Badan Pusat Statistik (BPS), para kepala OPD, camat se-Kabupaten Tanggamus, serta perwakilan dunia usaha, serta sebanyak 302 kepala pekon dan lurah berikut ormas mengikuti secara daring .
Sekretaris Bapperida Feri Setiawan, Sekretaris Dinas Sosial Muzlina, dan pejabat fungsional Badan Pusat Statistik Tanggamus Maulana Aji hadir sebagai narasumber.
Agus Suranto menegaskan kemiskinan bukan hanya soal materi, tetapi juga keterbatasan akses pendidikan, kesehatan dan kesempatan untuk berkembang. Karena itu katanya, pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas bersama.
“Pada tahun 2024 angka kemiskinan di Kabupaten Tanggamus tercatat 10,28%, menurun dibanding tahun sebelumnya 10,52%. Target tahun 2025 ini 10,05%, dan hingga 2030 diprediksikankan turun menjadi 8,95%. Inilah dasar kita menyusun program agar berdampak signifikan,” paparnya.
Wakil Bupati juga menyebutkan tahun 2025 Pemkab Tanggamus telah mengalokasikan Rp219,53 miliar untuk program pengentasan kemiskinan, dengan realisasi hingga Juni 2025 mencapai Rp71,27 miliar.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab telah menetapkan 21 pekon di 10 kecamatan sebagai lokus prioritas penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2025, pekon tersebut antara lain Kampung Baru, Martanda, Tampang Tua, Tanjungan, dan Kaur Gading di Kecamatan Pematang Sawa.
Tambahnya lagi, pekon Maja dan Kali Miring di Kecamatan Kota Agung Barat juga Karang Buah, Suka Banjar, Pampangan, Pekondoh, dan Banjar Manis di Kecamatan Cukuh Balak. Pekon Paku dan Napal di Kecamatan Kelumbayan, Sukamernah di Kecamatan Gunung Alip, Tulung Sari di Kecamatan Bandar Negeri Semuong dan Pariaman di Kecamatan Limau.
Selain itu, Sinar Banten di Kecamatan Ulu Belu; Pekon Balak dan Sampang Turus di Kecamatan Wonosobo; serta Pekon Teratas di Kecamatan Kota Agung.
“Pekon-pekonnya sudah kita tetapkan sebagai fokus. Namun ini tidak berarti pekon lain terabaikan. Harapannya angka kemiskinan di lokus tersebut bisa turun dan tidak lagi masuk dalam kategori prioritas di tahun berikutnya,” jelasnya lagi.
Agus Suranto juga menegaskan peran semua pihak sangat penting dalam mewujudkan target tersebut, dengan kerja keras, sinergi pemerintah daerah, pekon, dunia usaha, dan masyarakat, serta dibarengi budaya jalan lurus, kita mampu mengurangi angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanggamus.








