Meninggalkan PALI, Sosok Birokrat: Jeffran Siap Emban Amanah Sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat.

Lahat, Sumatera Selatan
medianusantaranews.com

Momen pasca-Idulfitri tahun ini membawa cerita berbeda bagi lingkungan birokrasi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Di tengah suasana silaturahmi dan kebersamaan, terselip kabar perpindahan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang pernah mengabdi di Kabupaten PALI ke daerah lain di wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah kepindahan Ir Jeffran Azsyapputra ST, birokrat muda yang selama ini dikenal karena pernah memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah strategis di PALI, seperti Dinas PUPR, Perkim, hingga Dispora.

Bupati Kabupaten Lahat, Bursah Zarnubi Melantik Ir Jeffran Azsyapputra ST, Sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Lahat, Dikantor Bupati Lahat, Selasa (21/04/2026).

Pria yang akrab disapa Jeffran ini telah mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) di Kabupaten Lahat. Dia mendapat kepercayaan dari kepala daerah setempat.

Kepergian Jefran meninggalkan Bumi Serepat Serasan meninggalkan kesan tersendiri.

Di balik sosok yang cenderung tidak banyak tampil di ruang publik ini. Sejumlah pihak menilai Jeffran memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur di Kabupaten PALI.

Beberapa proyek jalan penghubung antar wilayah, akses menuju desa-desa, hingga pembangunan fasilitas dasar seperti jaringan sanitasi dan gedung layanan publik menjadi bagian dari kerja yang pernah ditanganinya.

Sosok ini disebut sebagai birokrat Teknik yang memiliki planning hingga pelaksanaan yang tidak hanya sekedar proyek. Melainkan harus menyentuh langsung kepentingan publik.

Selain itu, dia juga dikenal sebagai sosok yang selalu terbuka bahkan dekat dengan berbagai elemen aktif di Kabupaten PALI, mampu menciptakan suasana dingin dan sejuk ditengah gencarnya pembangunan di Kabupaten PALI serta menciptakan rasa nyaman bagi pelaku usaha proyek pemerintah

Sehingga pamitnya dari Kabupaten PALI banyak yang merasa sangat terkesan ditinggalkan.

“Beliau mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga pekerjaan bisa berjalan lancar,” ujar SM, salah satu pelaku usaha yang pernah terlibat dalam proyek pemerintah.

Hal senada disampaikan kalangan jurnalis. Jeffran dinilai komunikatif dan terbuka dalam memberikan informasi.

“Cukup mudah dihubungi saat dibutuhkan konfirmasi,” kata Nanang, seorang wartawan di PALI yang bersama puluhan rekannya sesama insan pers PALI yang ikut menghadiri acara pelantikan Jefran.

Dalam perjalanan kariernya, Jeffran juga dikenal sebagai salah satu pejabat yang tumbuh di era kepemimpinan mantan Bupati PALI dua periode Dr Ir H Heri Amalindo MM. Ia pernah menjabat dari level teknis hingga memimpin dinas, dengan latar belakang keahlian di bidang perencanaan wilayah.

Saat dibincangi terkait kepindahannya, Jeffran membenarkan hal tersebut. Ia menyebut penugasan dirinya itui sebagai amanah yang harus dijalankan.

“ Itu sebuah kepercayaan. Silaturahmi dengan masyarakat PALI tentu akan tetap terjaga,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama selama dirinya bertugas, serta mengaku terkesan dengan semangat kebersamaan masyarakat PALI.

Secara khusus, Jeffran juga mengungkapkan, sosok Heri Amalindo, yang menurut dia, memiliki arti tersendiri dalam perjalanan kariernya.

“Beliau seperti guru sekaligus orang tua bagi saya,” ujarnya.

Dengan telah pindahnya dia, Jeffran turut menitipkan pesan kepada rekan-rekan kerja di lingkungan pemerintahan agar tetap menjaga amanah dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Setiap pekerjaan di pemerintahan harus dimaknai sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” pesan Jefran.

Setelah dilantik resmi dirinya mengemban tugas di tempat yang baru, langkah Jeffran berlanjut fokus untuk membangun di Kabupaten Lahat. Sementara itu, di PALI, jejak pengabdiannya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah.

Perpisahan ini mungkin berlangsung tanpa seremoni besar, namun telah meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya. (EA)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *