Akibat Galian Pipa Gas, Ujang Berurusan Dengan Polisi

Banyuasin,medianusantaranews.com- Ujang (49) warga Desa Pulau Harapan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini akhirnya jadi berurusan dengan polisi di Polsek Pangkalan Balai Polres Banyuasin, Pasalnya bermula didepan rumahnya dilintasi proyek penggalian jaringan Pipa Gas.

Ujang saat dibincangi wartawan diruang Riksa Reskrim Polsek Pangkalan Balai menjelaskan bahwa pagi tadi saya baru dibangunkan dari tidur dan anak saya bilang ” pak didepan rumah banyak orang, ada Camat, anggota Satpol PP, Polisi juga ada orang perusahaan”, kata Ujang kepada awak media (25/9/2018)

Saya masih pakai pakaian inilah menemui rombongan itu membincangkan masalah galian Pipa Gas itulah dan tak lama percakapan saya ajak salah seorang berpakaian preman dengan saya pegang tangannya bertujuan untuk melihat lokasi galian pipa gas yang dianggap masih meninggalkan persoalan dengan masyarakat setempat yang belum ada penyelesaiannya.

” Belum sampai lokasi yang saya maksut, orang yang pegang tangannya itu ternyata anggota polisi dan langsung perintahkan anggotanya untuk menangkap saya, karena dianggap saya melawan polisi yang berpakaian preman itu dan saya langsung digelandang di Mapolsek ini”, ungkapnya heran.

Masih kata Ujang, padahal tujuan saya itu mau ajak menunjukkan kepada orang itu kelokasi dengan saya pegang tangannya dan saya pikir orang itu dari perusahaan dan saya tidak tau kalau orang itu polisi dan saya dianggap melawan dan menghalang-halangi perusahaan untuk menggali jaringan Pipa Gas tepat ada didepan rumah saya.

Tujuan saya kata Ujang, saya tidak ada niat menghalangi kerjanya perusahaan itu, saya ini orang Islam dan kalau sholat di Masjid yang dekat rumah saya, maka maksut saya perbaiki pasilitas tempat ibadah saya dulu, silahkan lokasi saya digali.

” Lebih rumah saya dirobohkan saja tidak apa,dari pada tempat ibadah saya tidak nyaman untuk melaksanakan ibadah para umat, karena cara perusahaan penggalian pipa gas itu tidak memikirkan tempat ibadah kami sebagai umat muslim”, ungkapnya.

Saya tidak ada niat menghalangi apalagi meminta ganti-rugi lahan saya dibuat tempat penanaman pipa yang katanya itu perusahaan negara, tetapi tidak mendengarkan permintaan kami sebagai Muslim, yang penting tempat ibadah kami diperbaiki kembali tidak ada masalah lagi, katanya.

Andaikata dari diantara orang perusahaan itu ada yang Muslim, saat mau menjalankan ibadahnya di Masjid kami itu kalau dalam kondisi pasilitasnya dalam kondisi tidak nyaman, pasti Sholatnya tidak akan Khusuq kan, tanya sekaligus menutup perbincangannya.

Kapolsek Pangkalan Balai melalui Kanit intel Polsek Pangkalan Balai Iptu Haryono ketika dihubungi via telpon oleh wartawan membenarkan telah mengamankan Ujang ke Mapolsek Balai. ” Ya pak Ujang waktu itu emosinya tidak terkendali demi kondusifitas kita menetapkan keterangan untuk mencarikan solusi setelah itu beliau pulang,” jawabnya. (waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *