DIKABUPATEN PALI KADES MENIKMATI DANA DESA, KOK BPD TERANCAM

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Semua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan mengecam keras perbuatan arogansi oknum Kepala Desa terhadap BPD yang ada didesanya. Dan kejadian ini sudah sudah terjadi dibeberapa desa.
Disinyalir kalau oknum Kepala Desa seperti ini mau menjadikan dirinya ” seperti preman, atau seorang Raja ” tanpa tanding, yang enggan diawasi dan dikritisi BPD didesanya.

Dituturkan Ketua DPC ABPEDNAS PALI
Rozali Bawi A.Md , dari laporan yang disampaikan ke Abpednas Kabupaten PALI, sudah ada beberapa desa di Kabupaten PALI, BPD yang mengalami prilaku oknum Kepala Desa yang arogansi terhadap BPD didesanya seperti Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang, Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang, Desa Semangos Kecamatan Talang Ubi, Desa Pantadewa Kecamatan Talang Ubi dan masih banyak lagi BPD didesa desa Kabupaten PALI yang merasa terancam oleh prilaku oknum Kepala Desa yang arogansi. Terang Rozali.

” Sudah ada 5 (lima) laporan Ketua BPD yang menyampaikan kepada kami selaku DPC ABPEDNAS PALI berupa laporan kejadian yang di alami BPD dalam menjalankan roda pemerintahan desa, seperti Ketua BPD Semangos Kec.Talang Ubi Kab. PALI menyampaikan atas tindakan Oknum Kades dan bahkan sudah sampai ketingkat pembinaan dikabupaten namun tetap Oknum Kades tidak mengindahkan pembinaan tersebut, ada juga terjadi di Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang, Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi dan juga masih banyak permasalahan lainnya yang dialami BPD yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir”  Ucapnya kepada portal ini (24/10/2018).

” Kalau kejadian semacam ini tidak ada tindakan yang konkrit dan tegas oleh pihak pihak yang berwenang, maka bakal masih ada lagi kejadian serupa yang dialami kawan kawan BPD didesa lain ” Imbuh Ketua DPC Abpednas Kabupaten PALI yang juga Ketua BPD Betung Barat Kacamatan Abab Kabupaten PALI ini.

Lanjut Rozali, diantaranya terjadi di Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, yaitu oknum Kepala Desa Harapan Jaya menonjok kepala Ketua BPD Harapan Jaya

Dikatakannya selaku Ketua DPC ABPEDNAS PALI, dianya sangat kecewa terhadap prilaku arogansi oknum Kepala Desa Harapan Jaya terhadap Ketua BPD Harapan Jaya.

“Saya sangat kecewa dengan ulah Oknum Kades Harapan Jaya (Rahaman) Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  yang sudah kelewatan, berbuat Arogan terhadapap Ketua BPD Harapan Jaya entah apa pasalnya sehingga Kades tersebut langsung menonjok kepala Ketua BPD Harapan Jaya (Meri Yanto)”. Ungkap Rozali.

” Terkait permasalahan ini, Kami berharap kepada pihak Kepolisian yang saat ini sedang diberproses di Polsek Tanah Abang Polres Muara Enim, agar dapat diproses secara benar dan hukum dapat ditegakan karena Ini sudah sangat serius ” Ujar Rozali.

Juga tambah Rozali, kepada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam hal.ini DPMD Kabupaten PALI yang selaku Pembina DPC ABPEDNAS PALI, juga kepada yang kami hormati Bapak Bupati Kabupaten PALI Ir. H. Heri Amalindo, MM agar segera bertindak konkrit terhadap permasalahan ini. Jangan berlarut-larut karena berakibat nasib BPD terancam dan melebar ke permasalahan lain.Tukasnya.

” Ini sudah sangat melecehkan harkat, harga diri dan markabat BPD sebagai Tokoh masyarakat desa, yang dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugad tugasnya didesa” Keluhnya.

” Karena kalau tidak ada konsekwensi atau tindakan terhadap kasus kasus ini, kami juga akan bertindak dengan cara kami ” Tegas Rozali

Selain itu dia juga menyinggung mengkritisi di DPMD Kabupaten PALI Sumatera Selatan yang terkesan banyak pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan secara optimal karena DPMD seoerti sibuk jabatan saja. Kepala DPMD Kabupaten PALI, juga merangkap sebagai Assisten 2 di Pemerintahan Kabupaten PALI.

” Kami BPD sudah lama tidak menerima tunjangan, DMPD terkesan mengabaikan kewajiban negara kepada BPD di Kabupaten PALI, disinyalir karena disibukan dengan urusan Dana Desa yang dananya besar, akibatnya lagi lagi BPD yang jadi korban ” Pungkasnya. (EA)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *