Ratusan Pegawai PDAM Banyuasin Ancam Mogok Kerja

Banyuasin,medianusantaranews.com- Sedikitnya ada 100 perwakilan pegawai berstatus magang PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan kembali mogok kerja, mereka selain menuntut peningkatan status juga menuntut penghasilan yang layak. Mereka yang selama ini sebagai tanaga magang berubah status yang sangat tidak layak. Ratusan pegawai magang itu mendatangi kantor Bupati Banyuasin Selasa (30/10/2018) sekira pukul 10 00 wib dengan mengendarai roda dua dan dikawal satuan dari Polres dan satuan Pol PP Pemkab Banyuasin.
Satu persatu mereka melakukan yel-yel minta perubahan status dari tenaga magang menjadi karyawan tetap PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin. “Kami sudah bekerja minimal 3 tahun bahkan ada yang sampai 10 tahun, tetapi sampai hari ini belum diangkat sebagai karyawan,” ujar Iksan koordinator aksi.
Setelah puas berorasi 7 orang perwakilan cabang PDAM Tirta Betuah diterima langsung oleh Bupati Banyuasin H Askolani di Goes House. Sekitar 45 menit berdialog para demonstran akhirnya keluar dan membubarkan diri masing-masing.
Dikatakan Ikhsan, tuntutan naik status para pekerja Magang yang jumlahnya sekitar 170 lebih akan diakomodir bupati. “Masalah PDAM Tirta Betuah sudah menjadi agenda 100 hari kerja bupati Banyusin, disitu ada tentang kepegawaian,” imbuh Ikhsan kepada wartawan seusai keluar rapat mediasi.
Masih kata Ikhsan, selama menunggu perubahan status, para pekerja magang tetap menerima gaji Rp 500 ribu/bulan belum tambahan lembur. “Tuntutan kami satu, perubahan status yang layak sesuai dengan UU No 13 tahun 2003 mengacu ke Kepmen 100 tentang magang,” jelas Ikhsan
Terpisah Asisten II Ir H Kosaruddin menjelaskan, agar para demonstran sabar karena masih dipelajari dan dikaji dengan kemampuan PDAM.
Saat ini kondisi keuangan PDAM masih belum seimbang antara pemasukan dengan pengeluaran, PDAM Tirta Betuah saat ini masih merugi. Faktor meruginya bisa disebabkan oleh kebocoran karena pencurian ataupun galian pipa pertagas, faktornya banyak kadang mesin pompa rusak PLN kurang daya. “Bupati meminta sabar untuk para tenaga magang, kembalilah kerja, agar bisa mengalirkan air ke pelanggan,” tutup Kosaruddin menyudahi perbincangannya.(waluyo)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *