Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com
Program Cetak Sawah di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) Sumatera Selatan tujuan utamanya adalah untuk mensejaterakan masyarakat Desa Pengabuan dan sekitarnya. Karena dengan program cetak sawah ini warga yang selama ini mengelolah sawahnya dengan cara cara tradisional bisa dimodernisasikan dan bisa menghasilkan banyak padi (beras).
Juga dengan program cetak sawah ini, warga yang selama ini tidak memiliki lahan persawahan, bisa kebagian petak sawah yang bisa diusahakannya untuk menyambung hidupnya.
Namun program cetak sawah di Desa Pengabuan ini belum ada titik titik terang yang akan merobah krhidupan petani di Desa Pengabuan. Bahkan program cetak sawah ini nyaris gagal karena belum ada tindak lanjutnya, bahkan petak petak sawah yang sudah terbentuk, saat ini sudah kembali terkubur tidak diusahakan, pembagian petak sawah pun belum terlaksana walaupun sudah perna diusulkan.
Ironisnya lagi mala program cetak sawah di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI ini menyisahkan banyak masalah.
Hal ini diakui oleh salah seorang anggota kelompok tani di Desa Pengabuani beberapa waktu yang lalu waktu dikonfirmasikan portal ini.
Diungkapkanya kalau mereka sendiri sebagai anggota kelompok tani di Desa Pengabuan belum ada merasakan keberhasilan di program cetak sawah ini, bahkan katanya dia sendiri tidak mengetahui siapa ketua kelompok taninya. Mirisnya lagi lanjutnya, dia perna meminta bantuan pupuk dan bibit padi untuk persawahannya, tapi tidak diberi oleh Ketua Kelompok. Padahal pupuk dan bibit padi tersebut diduga bantuan dari pemerintah yang diperuntukan bagi petani sawah di Desa Pengabuan.
” Saya anggota kelompok tani di Desa Pengabuan, perna mau minta bantuan bibit padi dan pupuk kepada Ketua Kelompok tapi tidak diberi, padahal saya tahu bibit dan pupuk itu ada ” Ujar petani yang minta namanya dirahasiakan ini.
” Lantas untuk siapa bibit padi dan pupuk tersebut, kalau bukan untuk petani persawahan ” Imbuhnya lagi.
Dia juga menjelaskan masalah ada masalah yang janggal, karena lanjutnya bertepatan dengan program cetak sawah di Desa Pengabuan ini, juga ada aktivitas oknum yang memprofuksi beras yang di kemas dimasukan ke karung dengan nama karung beras Desa Pengabuan.
” Setahu saya, belum ada program cetak sawah di Desa Pengabuan yang menghasilkan produksi beras yang dikemas dalam karung nama Desa Pengabuan, lalu diedarkan, dijual keluar. Beras Itu bukan hasil cetak sawah di Desa Pengabuan ” Ungkapnya.
” Ini perlu diselidiki oleh pihak pihak yang berwenang beras dari mana itu, juga masalah perizinannya menjual beras kemasan nama Desa Pengabuan ” Tukasnya.
Terpisah, Kepala Desa Pengabuan, Iskandar waktu dikonfirmasi portal ini terkait masalah kemasan beras nama Desa Pengabuan. Diakuinya memang ada, beras itu katanya berasal dari membeli padi (beras) petani dari Desa Pengabuan dan desa desa sekitarnya.
” Itu beras berasal membeli dari petani baik dari petani Desa Pengabuan sendiri maupun dari petani luar desa ” Tutur Iskandar.
Namun portal ini belum sempat menanyakan detil dan perizinannya; karena Kepala Desa Penfabuan Iskandar terburu pergi.
Sementara itu terkait permasalahan ini, salah seorang aktivis Kabupaten PALI, NS waktu dimintai tanggapannya, dia meminta pihak yang berwenang agar dapat menelusuri kejanggalan kejanggalan tersebut.
” Mohon ditelusuri oleh pihak pihak yang berwenang permasalahan ini, kalau ada praktek kotor oknum oknum yang mau memperkaya diri pribadi di program cetak sawah di Desa Pengabuan, mohon ditindak. Jangan sampai para petani dan negara dirugikan ” Pungkasnya.(Tim)
”








