Banyuasin,medianusantaranews.com- Abdullah keluarga dari Pasien Edi Firdaus warga perumahan Kenten Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan via telepon kepada wartawan media ini mengatakan, keluarganya menderita sakit terbilang komplikasi dan sekira pukul 07.00 wib dibawa ke RSUD Banyuasin untuk dirawat dengan non BPJS.
Karena dianggap pelayananya kurang maksimal dari pihak RSUD tersebut atas kesepakatan keluarga minta dirujuk ke Rumah Sakit Umum Palembang, sebab dianggap di RSUD Banyuasin tidak sanggup untuk mengobati, tetapi saat diminta rujukan tidak mau alasannya RSUD Muhammad Husain penuh.
Tidak ingin biaya terus membengkak dan tidak mendapatkan pelayanan medisnya dengan baik, akhirnya keluarga pasien minta keluar paksa dan infus yang pasang dimohon tidak dilepas selama perjalan pulang, tetapi juga tidak boleh di pakai, padahal oleh keluarga pasien mau membayarnya.
Ironisnya dikatakanya, ketika kami mau sewa mobil Ambulance untuk membawa pulang pasien pun, pihak RSUD Banyuasin juga masih tidak memperbolehkannya, apalagi sampai meminjam tabung oksigen karena pernafasan pasien dalam kondisi sesak dengan alasan pihak pasien minta keluar secara paksa dan pihak RSUD Banyuasin tak mau berisiko, katanya.
Maka kami dengan menyewa kendaraan umum untuk membawa pasien ke RS Palembang, jelas Abdullah seraya menambahkan setelah sampai di RS Palembang biayanya mahal akhirnya pasien tersebut dibawanya pulang kerumahnya dan dirawat dengan pengobatan alternatif yang Alhamdulillah saat ini kondisinya berangsur membaik, tutupnya.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Banyuasin Dr Hakim yang berhasil diminta konfirmasinya via WhatsApp yang ada dikatakan, setelah dikomunikasikan dengan Derektur RSUD Banyuasin pasien itu suruh tunggu dulu kata Derekturnya apo masalahnyo, tanyanya.
Dr Hakim menambahkan, sekarang itu sudah sistem rujukan dengan online, tadi sudah dijelaskan kepada pasien, namun jawaban dari direktur, solusinya tetap di rawat di RSUD Banyuasin dan persoalannya hanya miskomunikasi saja, maka keluarga pasien bisanya menyalahkan pihak Rumah Sakit, tutupnya.(wal)








