
Medianusantaranews.com, Tulang Bawang Barat, Lampung-Proyek pengerjaan pembangunan lanjutan Rumah Sakit Gedung A Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, yang dikerjakan oleh PT. Rafi Cahaya Family diduga Bobrok dan terkesan asal jadi.
Pasalnya, pekerjaan tahap dua gedung A tersebut hampir semua pemasangan lantai granit diduga tidak sesuai standar spesifikasi sehingga kualitasnya diragukan.
Hasil pantauan dilokasi pemasangan lantai granit yang dikerjakan oleh rekanan banyak yang sudah terangkat ke atas.
Parahnya lagi, ketika para pekerja membongkar dan mengganti granit yang sudah mengangkat keatas tersebut ternyata didapatkan banyak kejanggalan.
Pantauan media ini menyaksikan adukan semen yang sudah mengering tampak rapuh. Salah seorang pekerja tampak begitu mudahnya mengerok semen yang ternyata diduga hanya berupa campuran pasir dari dan sedikit semen.
“Ini banyak pasirnya dari pada semen, kalau semen gak bisa dikerok pake sendok karena sudah beku, ini mudah bener ngeroknya padahal pemasangan ini sudah lama,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya setelah melihat hasil pekerjaan tersebut.
Ditambahkannya, mestinya semen itu kalau sudah satu hari pasti sudah beku, jelas ini hampir pasir semua.
Salah seorang warga di lokasi bangunan itu membenarkan kualitas bangunan yang banyak sudah kropos dan tidak ada isi semen dalam granitnya. “Cobalah di ketok pasti banyak yang bunyi karena keropos granitnya,” tambah warga tersebut.
Sayangnya, meski banyak ditemukan kejanggalan yang diduga bobrok dalam pengerjaannya Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat mengklim bahwa pekerja yang menelan Anggaran APBD Murni 2018 sebesar 10 Miliyar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2,5 Miliyar tersebut dikerjakan oleh PT. Rafi Cahaya Family, dengan nomor kontrak :060/A.02/KONTRAK/PPK/II.02/TUBABA/2018, masih dalam proses pemeliharaan meskipun belum dilakukan Provisonal Hand Over ( PHO).
Terkait informasi masalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ini, diakui oleh salah seorang Pejabat Dinkes Tubaba bahwa memang saat ini masih dalam masa pemeliharaan. “Dinkes melalu PPK sudah menyurati pihak rekanan untuk segera memperbaiki semua yang dianggap kurang dan tidak sesuai dengan spesifikasinya. Pembangunan RSUD gedung A memang belum selesai dan akan dilanjutkan 2019,” kata Ramses sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek lanjutan Gedung A RSUD Tubaba tersebut, Senin(17/12/2018).
Salah satu LSM di Tubaba menduga bobroknya kerjaan tersebut karena tidak adanya peran aktifnya dan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Kerjaan oleh dinas terkait, diduga ada kongkalikong dari pihak kontraktor dan PPK, maka terjadinya kualitas pembangunan lanjutan Gedung A yang diduga dibiarkan begitu saja dengan memberikan kualitas yang diduga asal jadi dan dikhawatirkan apabila dibiarkan akan berpotensi pada kerugian Negara.
Anehnya, keterangan Perana Putera, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba mengatakan proyek lanjutan RSUD Gedung A tersebut sudah dilakukan Provisonal Hand Over (PHO).
Pengakuan itu ternyata bertolak belakang dengan penjelasan Ramses selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang tidak membenarkan bahwa pekerjaan tersebut sudah dilakukan Provisonal Hand Over (PHO). “Belum di PHO proyek itu, makanya kita minta rekanan perbaikan dulu sebelum PHO,” jelasnya.
Menanggapi saling lemparnya kedua pejabat dinas kesehatan pemkab Tubaba, semakin menguatkan adanya dugaan penyimpangan proyek yang menelan dana milyaran tersebut.(Red/RS)








