Disangka Memperkosa, Haris Babak Belur Disiksa Polisi



Palembang, medianusantaranews.com, Tragis memang itulah yang membuat Hayan (61) orang tua Haris Ismail Alias Ujang (25) yang mengalami babak belur dibagian mukanya, diduga disiksa oleh Oknum Kepolisian di Polda Sumsel yang disangka sebagai pelaku tindak kejahatan pemerkosaan terhadap Bidan berinisial “Y” Senin (18/2/2019) dini hari di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Dijelaskan Hayan, bahwa Ujang anaknya dipaksa oleh oknum untuk mengakui perbuatan kriminalnya terhadap Bidan berinisial “Y” oleh anggota di Polda Sumsel, untuk itu Hayan meminta kepada Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara harus profesional terkait kejadian yang menimpa anaknya itu.

Kata Hayan, bahwa Ujang itu kerja di proyek tol Kapal Betung di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ujang berangkat dari rumah sama temannya hari Sabtu (16/2) dan pulang Kamis (21/2),” beber Hayan ketika ditemui di RS Bhayangkara Palembang beberapa saat yang lalu.

Pengakuan Ujang sendiri tidak pernah mengenal dengan bidan itu, ucap Haris, nah itulah yang mndorong kami melaporkan ke Kapolda. Ujang baru punya seorang anakberusia 5 tahun. Karena dipukuli dan dikeroyok oleh oknum Polisi. Ujang ngaku saat disiksa kedua tangannya diikat, itu masih ada bekas jeratan serta memar di wajahnya, masih nampak jelas, ungkapnya sambil berharap agar Kapolda dapat segera menindaklanjutinya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara tetap akan menindaklanjuti kasus salah tangkap, penculikan dan penganiayaan yang dilakukan anggotanya terhadap korban Haris.

“Saya akan tetap profesional. Saya tidak akan menutup nutupi kasus ini. Kalau memang ternyata oknum polisi yang melakukannya, itu aib kami. Namun, tetap kami akan sikat pelakunya, termasuk dugaan pemerkosaan itu. Asal tetap sesuai dengan yuridis, etis, dan teknis,” beber Kapolda.

Untuk kasus pemerkosaan bidan Y, penyidik masih terus menunggu hasil visum, dalam waktu dekat setelah menurunkan Puslabfor untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“ Sedangkan dari hasil puslabfor menyebut, tidak ada ditemukan sperma dilokasi kejadian. Termasuk tidak adanya tanda-tanda pergulatan serta telapak kaki di lokasi. Sama sekali tidak ada, bersih,” tiru Kapolda dari hasil Puslabfornya.

Zulkarnain mengaku belum bisa memastikan apakah dalam kasus tersebut terjadi pemerkosaan. ” Saya tidak bisa mengatakan itu. Begitu naif kalau saya katakan [tidak ada pemerkosaan] itu. Saya tekankan ke penyidik untuk tetap membangun teori hipotesis dalam kasus dugaan pemerkosaan ini. Kita harus buktikan dengan setidaknya dua alat bukti,” tutup Zulkarnain.(wal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *