Wakil Walikota Metro hadiri pengajian Akbar di Masjid Jami’Al-Mujahidin Yosodadi

Metro(MNN)–Wakil Walikota Metro H.Djohan,SE menghadiri pengajian akbar di  masjid Jami’ Al Mujahidin Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur Sabtu, ( 20/04/2019)

Pengajian akbar yang di selenggrakan oleh Takmir masjid Jami’Al-Mujahidin dalam rangka memperingati Isra Mi’raj dan menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H, di hadiri Penceramah KH Dr Buchori Muslim, Lc, MA kabag Kesra Kota Metro, Ketua Takmir Masjid Al Mujahidin, Hi Mufasirin para tokoh agama dan ratusan jamaah kaum muslimin dan muslimat.

Ketua Ta’mir Masjid Al Mujahidin, Hi Mufasirin Masjid Jami’ Al Mujahidin mengungkapkan bahwa masjid Jami’Al-Mujahidin saat ini terus melakukan pembenahan dan menambah fasilitas AC, rencananya akan menambah AC sebelum bulan Ramadhan bila penambahan daya listrik bisa segera dilakukan pemasangan.

Mufasirin juga menyampaikan bahwa akan menyempurnakan pembuatan kubah masjid yang refresentatif dan indah yang dinilainya kubah yang ada saat ini sudah ketunggalan zaman, dimana rencananya rehap dan pembangunannya akan dilakukan setelah hari raya Idul Fitri 1440 H dengan estimasi anggaran sebesar Rp 300 juta.

Dia mengaku baru saja kembali dikukuhkan menjadi Ketua Takmir Masjid untuk periode ketiga, dalam kesempatan itu dia juga mengajak kepada para jamaah untuk bersama-sama mendengarkan tausiyah yang akan disampaikan ustad KH Buchori Muslim sebagai bekal untuk masuk ke dalam surganya Allah.

Sementara itu Wakil Wali Kota Metro, Djohan dalam arahanya menyambut baik atas terlaksananya Pengajian Akbar yang diselenggarakan Takmir Masjid Al Mujahidin.

“Saya menyambut baik atas terlaksananya Pengajian Akbar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, semoga mendapatkan ridho Allah SWT, karena apa yang kita lakukan tidak sia-sia,”ujarnya.

Djohan juga mengapresiasi rencana Takmir Masjid Al Mujahidin yang akan merubah dan membongkar kubah masjid yang saat ini dinilainya sudah ketinggalan seiring dengan perkembangan zaman dengan munculnya ornamen kubah yang bagus dan indah.

“Saya apresiasi rencana Takmur Masjid untuk merubah dan membangun kubah masjid ini agar lebih baik dan indah, akan kita pikirkan bersama, karena bentuknya sudah ketinggalan,” ujarnya.

Di sisi lain, KH Buchari Muslim dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bila memperingati Isro’ Mi’roj adalah sebuah budaya dan tradisi yang sudah turun temurun sejak ribuan tahun lalu.

Awal mulanya yang di peringati kelahiran Nabi Muhammad, sedang peringatan Isra Mi’raj baru dilakukan pada abad keempat, setelah lebih dari 300 tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad, pada awal kelahiran agama Islam zaman sahabat, tabiin, dan tabiit tidak pernah dilakukan peringatan semacam ini, hal ini murni hasil ijtihad para ulama.

“Peringatan ini bukan masalah bid’ah atau bukan bid’ah, tapi hal ini murni hasil Ijtihad para ulama, hukumnya mubah atau boleh, karena tidak ada larangan dan juga menganjurkan,” ungkapnya.

Menurut KH Buchori dalam diri Nabi Muhammad terdapat tiga unsur yaitu manusia biasa dimana sebagai manusia biasa maka beliau juga membutuhkan kebutuhan makan, sandang dan juga tempat tinggal.

Selanjutnya sebagai Nabi sehingga ada aturan-aturan khusus dan tidak boleh dicontoh umatnya, sebagai contoh Nabi Muhammaf memiliki istri sebanyak 13 orang, hal ini tidak boleh dicontoh ummatnya, dan kemudian sebagai Rosulullah, sebagai utusan Allah inilah yang wajib kita contoh dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani dan mengikuti sunnahnya baik berupa ucapan dan tindakannya.

Menurut Buchori bila peristiwa Isra Mi’raj adalah kejadian yang sangat luar biasa, maka ayatnya diawali Subhanallah, Allah maha suci, di mana peristiwa ini bila dinar dengan akal maka banyak yang gak percaya dengan cerita.

 “Perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqso di Palestina dan dilanjutkan naik ke langit menuju sidrotul muntaha untuk menerima wahyu sholat 5 waktu sehari semalam, maka dalam hal ini hanya bisa diterima dengan keyakinan iman yang penuh, sebab bagi Allah SWT”,tutupnya 

( Miswati) 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *