Warga Sumsel Resah, Harimau Dibiarkan Memangsa Manusia

Palembang, MNN- Sedikitnya sudah ada 4 orang di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang jadi korban dimangsa oleh Harimau Sumatera diakhir tahun 2019 lalu. Belum ada tidak yang berarti dari pihak terkait di Sumatera Selatan untuk menyikapinya bahkan terkesan dibiarkan kebuasan si Raja Hutan memangsa manusia selama ini, maka membuat resah masyarakat di Sumatera Selatan khususnya bagi warga petani perkebunan yang ada diwilayah pedesaan.

Apalagi kawanan Harimau Sumatera tersebut saat ini sudah banyak diketahui masuk diperkebunan milik warga, tapi dari Pemerintah di Provinsi Sumatera Selatan belum ada tindakan yang dapat memberikan rasa aman kepada warga petani perkebunan dari ancaman kebuasan Harimau itu.

Warga Sumsel yang berprofesi sebagai petani perkebunan karet maupun kelapa sawit dan lainya dengan dibiarkan berkeliaran di Raja Hutan itu membuat resah masyarakat dan tidak lagi berani beraktivitas karena takut dimangsa Harimau, ucap Herdian (57) warga Muara Enim kepada wartawan Kamis (02/01/2020) kemarin.

Herdian mengatakan awal kejadian manusia dimangsa oleh Harimau waktu itu diwilayah perkebunan Kota Pagar Alam, kemudian diwilayah perkebunan di Kabupaten Lahat dan melebar diperkebunan wilayah Kabupaten Muara Enim dan diawal tahun 2020 ini rombongan Harimau itu sudah memasuki perkebunan warga di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan.

Maksud Herdian dan warga lainya dengan kejadian itu, diminta Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi Sumatera Selatan supaya mengambil tindakan tegas dan cepat guna memberikan rasa aman dan nyaman khususnya kepada warga petani perkebunan dari ancaman kebuasan Harimau Sumatera tersebut. ” Binatang saja dilindungi, manusia kok dibiarkan dimangsa binatang buas”, tanyanya heran seraya berharap kepada Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Selatan segera mengatasi permasalahan yang sedang bikin resah di masyarakat.

Baru-baru ini seperti yang dilangsir oleh media online KRITISSUMSEL.COM, bahwa Harimau mulai bermunculan di Kabupaten Ogan Ilir seperti yang dilihat salah satu Warga Desa Sri Kembang Kecamatan Muara Kuang oleh Ustad Mukminin saat bermalam di pondok kebunnya.

Menurut Ustad Mukminin saat dikonfirmasi Kamis kemarin dikatakan, dirinya sangat kaget melihat ada Harimau di lokasi kebun jeruknya yang selama ini tidak pernah dan dirinya melihat ada Harimau dikebun, ucapnya.

Dikatakan Ustadz, pertama diketahui pada malam tanggal (30/12/2019) ketika itu dirinya mau naik ke pondok di kebun dan menyenteri di sekeliling kebun awalnya terlihat ada anak Harimau dan Selasa malam tanggal 1 Januari 2020 dini hari, kembali dirinya ngontrol kekebun langsung naik ke pondok seperti biasanya. Saat naik tangga pondok tersebut mendengar suara batuk dan bersin Harimau cukup kuat.

” Suara batuknya sangat kuat sekali, lalu saya senterin dan terlihat ada 2 ekor Harimau seperti induknya yang kira-kira sebesar Kambing, saya sendiri kaget dan penuh rasa was-was malam itu rasa takut iya dan macam-macam, galaulah, apalagi pondoknya dengan posisi Harimau tersebut paling berjarak 50 meter.

Saya sempat terdiam kaku saat melihat kedua Harimau tersebut berjalan dengan lambat. Saya hanya menyenteri Harimau yang terus berjalan ke kebun sebelahnya. Ketika Harimau itu mulai jauh, saya matikan senter dan saya langsung lapor ke Kades dan ngomong sama tetangga jangan berkebun dulu, pesannya.

Sementara Kades Sri Kembang Badar saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut, mendapat laporan ini dari warganya bernama Ustad Mukminin dan langsung melapor ke pihak terkait, juga dilaporkan ke Camat Muara Kuang. 

Camat Muara Kuang, Hendri membenarkan kalau dirinya telah menerima laporan Kades srikembang, Kades tersebut dapat laporan dari Ustad Mukminin. Kita sudah koordinasi dengan aparat terkait untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan termasuk dengan pihak Polsek.

Kapolsek Muara Kuang Ipda Dwi Haryanto mengaku telah mendapat laporan dari perangkat Desa Sri Kembang dan Canat Muara Kuang tentang laporan ada masyarakat yang melihat penampakan Harimau di desa tersebut.

Disayangkan, masyarakat yang melihat Harimau itu tidak mengambil foto maupun video saat ada dilokasi. Kita saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari warga sekitar dan kita juga telah berkoordinasi dengan elemen terkait untuk membahas langkah apa yang diambil selanjutnya, sebab ditakutkan jika hewan liar tersebut masih berkeliaran disekitar desa akan membahayakan warga setempat. Pada kesempatan itu dihimbau agar masyarakat waspada dan hati-hati saat beraktivitas di luar, tegas Kapolsek.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *