Palembang, MNN –Delema dalam kehidupan warga Sumatera Selatan yang berdumisili diwilayah perkampungan, Pasalnya, diwilayah perairan takut dicaplok Buaya, sedangkan diwilayah daratan terancam kebuasan Harimau. Tahun 2019 lalu banyak dikabarkan di wilayah Sumsel banyak orang yang menjadi korban baik yabg dicaplok Buaya maupun diterkam Harimau.
Baru-baru ini kembali dihebohkan aktivitas Harimau nyaris menerkam kembali seorang petani dikawasan perkebunan milik warga di Desa Kota Agung Kecamatan Semende Darat Kabupaten Muara Enim Sumsel.
Martam (56) ini untungnya berhasil selamat dari terkaman binatang buas tersebut, namun kejadian itu membuat korban menderita luka cakar di paha sebelah kiri terkena cakaran kuku Harimau Sumatera. Terkaman yang dialami korban ini terjadi di Desa Muara Tenang Kecamatan Semende Darat Tengah pada Kamis sore (09/01/2020) kemarin sekitar pukul 17.30 WIB.
Informasi yang dikabarkan, saat itu korban sekitar pukul 17.30 wib pergi kepancuran untuk mencuci beras, namun tiba-tiba muncul Harimau langsung menyerang korban sehingga mengakibatkan luka cakar di paha sebelah kirinya. Ketika itu korban berani melakukan perlawanan walau cuma dengan mengibaskan parang yang akhirnya Harimau tersebut lari dan meninggalkan korban.
Lolos dari ancaman si Raja Hutan, korban kembali ke pondok dan berusaha menelpon anak serta keluarga termasuk kepada warga desa untuk meminta bantuan. Kemudian ada juga yang berusaha menghubungi Aparat Desa untuk menghubungi Satgas Binatang Buas.
Anak dan keluarga serta warga termasuk Aparat Desa juga dari Satgas Binatang Buas bersama-sama menjemput Martam yang terancam Harimau Sumatera itu dikebunya. ” Alhamdulillah ayah dapat diselematkan dari ancaman serangan Harimau, walau dengan luka cakaran dibagian paha kaki kirinya”, ucap Dodi anak kandung korban
“Ayah aku saat itu hendak mencuci beras, tiba-tiba muncul harimau itu dan langsung nerkam ayah aku. Alhamdulillah, ayah aku selamat dan hanya kena luka cakar di paha kirinya akibat terkena terkamannya,” ungkap Dodi anak korban seraya menambahkan penjemputan ayah itu dilakukan (10/1) bersama tim Satgas.

Berita sebelumnya, sedikitnya diwilayah Sumatera Selatan pada tahun 2019 sudah ada puluhan nyawa manusia yang melayang akibat dimangsa binatang buas baik jenis Buaya atau Harimau dan berita ini ditayangkan pihak Dinas terkait belum ada yang di minta konfirmasinya, heranya juga sudah banyak yang jadi korbanya, tapi Pemerintah di Sumsel tidak ada penanganan yang serius. ” Binatang saja mendapat perlindungan dari negara, manusia kok dibiarkan jadi korban dimangsa binatang”. (waluyo)








