Arus Kendaraan Jalintimsum Banyuasin Terancam Lumpuh

Banyuasin, MNN- Jika dibiarkan lubang menganga diruas jalintimsum Banyuasin tepatnya 100 meter dari arah lokasi bangunan Masjid di Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin itu, bila para pengguna jasa jalan itu tidak berwaspada selain akan menjadi korbanya dan tidak disikapi dengan serius oleh Pemerintah akan berdampak pada arus lalulintas Palembang-Betung atau sebaliknya terancan lumpuh total, sebab tidak ada jalan alternatif jika ada kerusakan dilokasi itu, ucap Indra (32) warga Betung saat ditanya wartawan media ini (30/1/2020).

Dikatakan Indra, jika sampai gorong-gorong yang dibangun zaman saya belum lahir itu, kalau kata bapak saya bahwa saluran itu dibangun saat itu orang belanda masih ada di Betung, namun sampai detik ini gorong-gorong yang nyaris ambrol itu belum pernah memdapat perbaikan yang berarti, sedangkan saat sekarang jenis kendaraan angkutan berat yang melintas bukan hanya ratuan unit, mungkin bisa ribuan unit berbagai jenis yang melintas saat sekarang yang setiap harinya.

Masih kata Indra, tentunya Pemerintah segera melakukan perbaikan secara prioritas, jika dalam sepekan kedepan dibiarkan, pasti selain makan korban jiwa, kerusakan jalan itu akan menjadi lokasi titik kemacetan arus lalulintas, sebab beberapa tahun sebelumnya hanya ada kendaraan yang rusak saja kemacetan kendaraan hingga tiga hari macet total, apalagi sekarang ini gorong-gorong yang amblas, sedangkan volume kendaraan semakin padat dan tak ada jalan alternatifnya.

Untuk itu lanjut Indra, perbaikan gorong-gorong supaya jadi prioritas, jika tidak percuma juga saat sekarang Pemerintah melakukan perbaikan ruas jalintimsum Palembang-Jambi. Bila gorong-gorong itu ambrol akan menghentikan semua perjalananya, sebab tidak ada jalan alternatif, kalau ada warga yang mau berobat atau melahirkan cepat perginya sebelum terjebab kemacetan, karena kondisinya selain sudah bergelombang juga sudah sebagian telah berlubang.

Exif_JPEG_420

Juragan Getah Karet yang juga sebagai Tokoh Masyarakat dalam Kabupaten Banyuasin, Syamsuri H Anang Jahri (54) mengungkapkan, sebenarnya kalau memang Pemerintah sejak awal ada kerusakan ruas jalintimsum Banyuasin yang terdapat di Desa Lubuk Karet itu, tentunya sejak kerusakan yang pertama dulu langsung bangun gorong-gorong yang permanen, saluran pembuangan air yang memotong ruas jalintimsum itu tidak akan mengamcam kemacetan.

Dikawasan itu selama 5 tahun teakhir ini jika datang hujan sedikitnya ada sekitar 7 unit rumah warga disekitar lokasi bisa terendam, sebab debit air tinggi, sementara gorong-gorong tidak tertampung ditambah sudah ambrol, tidak diperbaikinya.

Ya sekarang ada perbaikan ruas jalan dari Banyuasin sampai ke Muba, namun kalau gorong-gorong didesa lubuk karet itu dibiarkan berlubang hingga dua atau tiga hari kedepan, kerusakan jalan itu bakal jadi biang kemacetan diruas jalintimsum Palembang-Betung bahkan menjadi perjalanan termacet seperti di Ibukota Negara Jakarta, tutupnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *