Banyuasin, MNN- Dilantak musim hujan pusat ibukota Ri dari semalam hingga hari ini hampir seluruh televisi sibuk menyiarkan Jakarta dikepung Banjir, sementara jalur darat yang merupakan jalan kabupaten sepanjang lebih 30 km dari Simpang 3 Tanah Kering Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau (Puri) menuju Kecamatan Selat Penuguan (Selpe) Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan sampai ada kendaraan angkutan barang dan penumpang yang tenggelam lumpur yang mengakibatkan transpitasi darat mengalami lumpuh total tak ada yang menyiarkan, ucap Badrun warga setempat saat dibincangi wartawan media ini (25/2/2020).
Warga yang sengaja menyamarkan nama dirinya ini mengatakan bahwa ruas jalan yang terparah terdapat di Desa Sumber Mulya Primer 2 Kecamatan Pulau Rimau. Seluruh jalan Kabupaten disepanjang desa itu kondisinya merata rusak, untuk kendaraan roda dua saja sudah tidak bisa apalagi roda empat, sedangkan dijalan alternatif lewat Desa Wono Mukti pun dalam kondisi rusak berlumpur.
Pemerintah baik dari Kecamatan maupun Pemerintah Desa setempat tidak dapat berbuat banyak, walau dilakukan perbaikan hanya sistim bergotong royong hanya sekedar untuk dapat dilalui kendaraan roda dua, guna melancarkan aktipitas anak-anak bersekolah, itupun masih terkendala, sering terlambat tiba disekolah. Beruntung bagi siswa-siswi di SMA Negeri 1 yang Kepala Sekolah pun jarang masuk, walau terlambat tidak banyak pengaruh, kata wali murid ini.
Dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD baik dari Banyuasin maupun dari Provinsi Sumsel menggulirkan dana Aspirasinya untuk perbaikan ruas jalan Kabupaten dari wilayah Kecamatan Pulau Rimau menuju Kecamatan Selat Penuguan, tutupnya.
Sementara Kepala Desa Sumber Mulya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Hadi Mulyo membenarkan kalau ruas jalan disepanjang kabupaten didesanya mengalami rusak parah bahkan sudah lumpuh total. ” Ada mobil yang tertanam di dalam lumpur dijalan itu bahkan nyaris tenggelam ada”, jawabnya.

Dikatakan Kades, sebenarnya sudah mengerahkan warga untuk bergotong royong dengan melakukan penimbunan disetiap titik ruas jalan itu, bahkan ada bantuan langsung dari H Ali Mahmudi Anggota DPRD Banyuasin dari Fraksi Demokrat menyumbang tanah sirtu, tetapi dilantak hujan terus menerus, akibatnya ruas jalan itu jadi berlumpur.
“Yang terparah jalan kabupaten itu dikatakan Kades berada di Jalur 25, jlr 16, jlr 11, jlr 6, jlr 5, jlr 3, sekalipun dilakukan penimbunan pun belum bisa dilewati, sedangkan melalui jalan di Desa Wana Mukti juga dalam kondisi rusak”, ungkapnya.
Saat disinggung debgan dana desa, dijelaskan Kades, dana desa tidak ada petunjuk untuk perbaikan jalan Kabupaten, kalau dari dana desa dialokasikan untuk pembangunan di Desa ini dan tak ada masalah. “Seluruh jalur Alhamdulillah sudah aman dan masyarakat didesa ini nyaman, tetapi saat mau berakitvitas keluar Desa itu yang bermasalah.
Yang kasian itu bagi anak-anak pelajar yang dumisilinya di ujung desa ini termasuk dari desa tetangga yang harus melitas jalan ini, mereka harus berjibaku dengan lumpur bagi pelajar SMP dan SMA Negeri di Selat Juaro, tapi mau bagaimana faktanya semacam itu, tutupnya.(waluyo)








