DD Tiyuh Mulya Sari Diduga Jadi Ladang Korupsi Kepala Tiyuh

Tulang Bawang Barat (MNN)–Program yang menjadi nawacita Joko Widodo membangun Desa-desa se Indonesia berdasarkan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 dipatahkan oleh oknum kepala Tiyuh Mulya Sari yang diduga menjadikan Dana desa ladang korupsi untuk meraup keuntungan besar.


Pasalnya,berbagai program fisik pada tahun 2019 ditiyuh tersebut terindikasi di Mar’up dan diduga dalam pembuatannya asal-asalan


Salah satunya pembangunan Drainase tahun 2019 sepanjang 360 meter menelan biaya dari Dana Desa yang pantastis yakni Sebesar Rp.147.720.000 .


Selain itu juga pembuatan jalan onderlagh sepanjang 320 meter yang juga menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut Asal-asalan dalam pembuatannya. Terlihat dalam pemasangan batu yang jarang-jarang dan tidur tidak berdiri, sehingga saat ini sudah banyak yang bertaburan batu onderlagh tersebut.


Sekretaris Tiyuh, Tiyuh Mulya Sari mengatakan dalam pemasangan batu dirinya menganggap semua tiyuh yang membangun onderlagh dianggapnya sama dalam pemasangannya posisi batu tidur dan jarang-jarang.


“Saya rasa sama seperti Tiyuh lain masangnya seperti ini,” kata Suhadi ,Senin(4/5/2020).

Saat ditanya Tiyuh mana yang onderlagh pemasangan batu tidur dan jarang-jarang dirinya enggan menjawab.”Ya rata-rata,” sebutnya.

Saat di konfirmasi melalui Via celulernya terkait dugaan Mar’up pembangunan onderlagh yang asal jadi tersebut, kepala Tiyuh berkilah bahwa pembangunan tersebut sudah setahun yang lalu. 


Dirinya menganggap bahwa apa yang di kerjakan pada onderlagh tersebut dengan asal-asalan merupakan bukan tenaga ahli dalam pemasangan batu.

” Ya bukan tenaga ahli yang pasang, maklum manusia biasa, jadi hasilnya seperti itu pasangannya,” kilahnya Darsono.

Saat disinggung apa yang telah terealisasi diduga Mar’up Darsono mengatakan sudah sesuai, meskipun pemasangan batu Jarang-jarang dianggapnya manusia biasa yang tidak profesional.


“Ya udah sesuai udah setahun, pekerjaan tetap kita kondisikan, ya nama saja pekerjaan itu bukan tenaga ahlinya,” kelitnya lagi.(Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *