Dangkal, Warga Dua Desa Terendam Minta Normalisasi Primer ### warga boleh bantuan beras 2 kg dan mie 2 bungkus###

Banyuasin, medianusantaranews.com- kehidupan warga didua Desa di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan hingga saat ini semakin memprihatinkan, Pasalnya, selain sudah tinggal diam dirumah ditambah rumahnya terendam banjir yang meminta dinormalisasi saluran Primer yang mendangkal dan menjadi penyebab banjir, kok malah dibantu sembago hanya berupa 2 Kg beras dan 2 instan bungkus saja, terang Cak Nur warga P2 Desa Karang Anyar (10/05/2020).

Dua Desa yang sejak dua bulan lalu terendam banjir yang airnya hingga setinggi Dengkul alias lutut orang dewasa itu ada di Desa Karang Anyar dan Desa Karang Mulya Karang Agung Ulu Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin.

” Rumah warga yang masih dikepung banjir hampir selama ini sebenarnya meminta sakuran primer yang mendangkal itu sebagai penyebab banjir dilakukan normalisasi, jadi bukan minta bantuan sembako, tapi belum lama ini setelah diberitakan sebelumnya baru dapat bantuan entah dari mana, berupa sembako 2 kg beras dan 2 bungkus mei instan 2 bungkus saja″, ucap Cak Nur warga setempat saat kontak dengan wartawan media ini beberapa saat yang lalu.

Masih kata dia, bagi mereka yang ada keluarga bisa kontak dengan minta bantuan, karena stok pangan mereka menipis, kalau yang kaya, sepertinya warga ektransmigrasi tidak ada masalah sebab harapan hidupnya selama ini dari hasil kebun sawit dan padi sawah masih mencukupi, tutupnya.

Dalam pemberitaan sebelumya, Via telepon Kades Karang Mulya Muchtar saat dikonfirmasi membenarkan kalau desanya sedang terendam dan terparah sudah dua minggu ini terparah, karena hujan lebat terus turun dan airnya saat ini mencapai paha orang dewasa.

Dikatakan Kades yang membuatnya sedih saat ini warga khususnya Muslim yang sedang menjalankan Ibadah Puasa Ramadhon, aktivitas tidak ada dan hingga saat ini belum ada sama sekali yang namanya bantuan dari Pemerintah, kalau dari perusahaan disekitar desanya ini ada bantuan berupa sembako seadanya.

Efek hujan terus sarana transpotasi jalan darat menuju didesanya terganggu, karena kondisinya hancur berlumpur, jika ada satu kendaraanyang terjebak lumpur jelas aktivitas masyarakat kami lumpuh total ditambah banjir belum ada tanda-tanda akan surut, sebagai Pemdes pun dengan alam yang kondisinya semacam ini tidak bisa berbuat banyak dan hanya berharap jika ada bantuan, keluhnya.

Hal serupa dikeluhkan Ngalimin Kades Karang Anyar bahwa desanya sudah mulai direndam banjir sejak bulan Februari 2020 lalu hingga hari ini dan kwatir masih akan bertambah besar volume airnya dan saat ini genangan air sudah setinggi 25-40 cm untuk yang berada diposisi darat, kalau yang disepanjang posisi rendah ada yang sudah setinggi pinggang orang dewasa airnya.

Masih kata Ngalimin, dampak banjir itu membuat aktivitas ekonomi masyarakat menjadi susah, sedangkan belum ada bantuan sama sekali dari Pemerintah, sementara mau keluar rumah warganya takut, kabarnya ada bantuan efek Covid-19 itu cuma informasi saja, karena sampai saat ini tidak jelas kapan didapatkan itu, sedangkan stok sembako masyarakat sudah mulai menipis.

Sebagai Pemerintah Desa dengan dihadapi kondisi macam begini tidak bisa berbuat banyak, sementara warganya bisa terancam kelaparan, sementara produksi petani pun tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup, jelasnya sembari mengucap semoga ada perhatian dari berbagai pihak guna menanghulangi banjir yang merendam permukiman warga. (waluyo). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *