Oleh : Latiful Wahid
Tak terasa Umat Muslim se Dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah 1 bulan penuh menjalankan ibadah Puasa Romadhon
Namun, Kebahagiaan itu sedikit “ternoda” akibat tidak bisanya sebagian masyarakat kita merayakan seperti biasa akibat Pendemi Covid-19.
Ritual Sholat Tarawih di masjid, tradisi Mudik, takbir Keliling,belanja sembako dan pakaian baru di Pasar serta Pusat Perbelanjaan, Sholat Ied yang sedianya di lakukan bersama di masjid&tanah lapang, dan bahkan halal bihalal serta silaturahmi ke saudara dan handai taulanpun harus mengikuti protokol kesehatan yang di anjurkan Pemerintah.
Kita sepakat bahwa tanpa harus mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19 kita tetap bisa merayakan Hari Kemenangan tersebut Tanpa harus Kehilangan Esensi.
Sebuah Esensi yang tetap semangat berihtiar melawan pendemi mematikan ini tanpa meninggalkan Kepasrahan seorang hamba kepada Pencipta Nya..untuk meraih kemenangan melawan Hawa Nafsu menuju Kehidupan “New Normal”..sebuah “kehidupan baru” yang terus produktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama masa pendemi covid-19 demi sebuah kemenangan melawan Pendemi mematikan tersebut.








