Dosen IAIN Metro, Aliyandi A. Lumbu Raih Gelar Doktor Di UIN Raden Intan Lampung

BANDARLAMPUNG, MNN.com – Sejak mewabahnya Covid-19 tidak berarti menghentikan aktivitas perkuliahan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia termasuk Universitas Negeri Raden Intan (UIN) Lampung yang sejak Maret lalu telah melaksanakan perkuliahan secara online ataupun dengan skala terbatas. Kondisi tersebut tidak hanya dalam proses perkuliahan sehari-hari tetapi pada tahapan ujian skripsi, tesis maupun disertasi.

Hari ini, Jumat (12/06), UIN Lampung melaksanakan sidang terbuka disertasi untuk meraih gelar Doktor atas nama mahasiswa Dr. Aliyandi A. Lumbu, S.Sos., M. Kom. I dari Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam yang berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul strategi komunikasi dakwah dalam pemberdayaan masyarakat buruh di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung untuk meningkatkan pengamalan keagamaan.

Pada sidang terbuka tersebut bertindak selaku tim penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag selaku ketua sidang yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung. Prof. Dr. H. Sulthan Syahril, MA. Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag. Prof. Dr. H.M. Nasor, M.Si selaku promotor, Dr. Hasan Mukmin, M.A dan Dr. Tina Kartika, M.Si selaku co-promotor serta Dr. Fitri Yanti, M.A sebagai sekretaris sidang.

Promovendus adalah dosen Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Metro yang akrab disapa Lumbu ini menyimpulkan, strategi komunikasi dakwah yang efektif adalah menggunakan komunikasi interpersonal dengan pesan dakwah respon secara langsung dilaksanakan dari rumah-kerumah, dengan argumentasi kesibukan kerja para buruh.

Stimulus atau rangsangan yang bisa dilakukan para da’i dan pengurus majelis taklim adalah mendistribusikan kebutuhan ibadah pada saat pengajian majelis taklim. Asas dakwah yang digunakan menggunakan asas kemampuan dan keahlian da’i dimana asas ini menyangkut pembahasan mengenai keprofesionalisme da’i sebagai subjek dakwah dengan pendekatan yang berbeda.

“Sedangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa dengan cara misalnya majelis taklim mengadakan arisan. Pengadaan kendaraan roda empat oleh salah seorang da’i guna mempermudah warga Panjang untuk menghadiri suatu acara seperti pengajian akbar dan acara keagamaan lainnya tanpa ditarik biaya,” ujar putera kelahiran Kabupaten Tanggamus ini.

Pemberdayaan bidang rohaniah bisa dalam bentuk pembinaan keagamaan. Para Da’i datang ke rumah salah satu anggota secara bergantian. Kemudian program santunan kepada anak yatim melalui pendataan untuk mendapatkan bantuan berupa uang untuk membeli kebutuhan sekolahnya dan juga bahan pangan.

Alumni Universitas Sumatra Utara (USU) Medan ini menjelaskan, pemberdayaan bidang intelektual bisa dilakukan melalui pengajian khusus untuk lansia setiap hari Minggu dengan mendatangkan materi untuk mengisi ceramah di acara pengajian tersebut. Pengajian itu dilaksanakan oleh yayasan pondok Darul Ikhlas Karang Maritim. Peningkatan Pengamalan keagamaan pada buruh khusuh tentang ibadah, baik berupa ibadah badaniyah dan ibadah maliyah.

Rekomendasi yang diberikan agar para da’i melakukan pelatihan 10 tehnik bicara sehingga mereka mampu menyampaikan materi dakwah yang tepat. “Sebaiknya para da’i mendahulukan ayat-ayat Alquran dalam menyampaikan penjelasan agama,” ujar alumni S2 IAIN Raden Intan Lampung ini.

Selain itu, sebaiknya warga masyarakat dan anggota majlis talim tidak hanya membagikan sembako kepada yang berhak, akan tetapi memperhatikan kebutuhan biaya pendidikan dari masyarakat agar biaya pendidikan anak anak mereka dapat dibantu selain dari kebutuhan sembako.(Yd@)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *