Banyuasin, medianusantaranew.com- Dana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Banyuasin Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2019 yang nilainya hampir milyaran rupiah itu diduga dilakukan pemotongan oleh oknum dan sudah viral diberbagai pemberitaan di Medsos jadi obrolan emak-emak, Pasalnya sesuai Perarutan Bupati (Perbup) 2019 untuk pegawai dalam golongan grade 5 seyogiyanya dana yang terima sebesar 100 persen, tapi realisasinya tak lebih 30 persenya saja, ucap Mar salah satu keluarga ASN dilingkungan Pemkab Banyuasin saat berbincang dengan wartawan media ini (26/6/2020).
Masih kata Mar, suami rekanya itu status golongan sama dengan suaminya, tapi dana TPP yang bertugas di Disdikbud Pemkab Banyuasin ada peemotongan dua kali lebih besar dari jumlah yang diterimanya, itulah yang diperbincangkan mereka dan jadi obrolan emak-emak beberapa saat yang lalu.
Lebih jauh dibeberkan Mar kepada media ini, awalnya para istri mereka sempat ada yang punya pikiran lain terhadap suaminya, sebab dana yang diberikannya itu tidak sesui dengan nilai yang ada dalam data di Perbup Kabupaten Banyuasin tahun 2019, katanya ada suaminya yang hobby bergaul, semetinya tidak pantas saya menceritakan hal ini dengan dengan bapak, apalagi bapak sebagai wartawan dan itu termasuk aib orang lain, katanya.
Informasi itu dikatakan Mar, saat beramai-ramai beli sayuran yang ia jual keliling, maka saya dengan dari obrolan mereka sebagai istri pegawai negeri sipil yang golonganya sama bahkan seangkatan dengan suaminya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, hanya saja suami saya tidak dilingkungan Dinas Pendidikan, walau sebagai Stap TU di Kantor Dinas lain yang dana TPP tidak dipotong, sedangkan suami rekanya itu bertugas dilingkungan Disdik di Banyuasin yang dana TPP tahun 2019 dipotong hingga lebih Rp 600 ribu dari data dalam perbup Banyuasin tahun 2019, sedangkan jumlah ASN yang sama golonganya dengan suaminya ada ratusan orang tersebar di SD dan SMP di Kabupaten Banyuasin ini.
” Bukan saya mencampuri urusan pekerjaan suami pak, tapi saya sebagai istri yang sering diajak bicara oleh suami malasah itu, andaikata ada administrasinya mungkin tidak sampai sebesar itu nilainya yang dipotong seperti yang diceritakan oleh suaminya, setiap mencairkan dana itu”, terang ibu 4 anak yang juga pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan Kecamatan Talang Kelapa sembari mengucap supaya tahun 2020 tidak ada lagi pemotongan kasian mereka.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuasin Alexander ketika diminta komentarnya terkait adanya pemotongan dana TPP dilingkungan Disdik tahun 2019 dikatakan agar yang dirugikan membuat pengaduan ke Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuasin biar dipanggil yang motong dana itu, agar permasalahanya lebih terang benderang, karena masalah yang menyangkut keuangan itu sangat sensitif, maka perlu data yang akurat, katanya.
Sementara Kadisdikbud Banyuasin HM Yusuf saat diminta konfirmasinya melalui WhatsApp terlihat cuma dibuka dan dikontak langsung pada nomor yang ada tidak diangkat dan berusaha ditemui diruang kerjanya hingga berulang kali, menurut stapnya bahwa bapak sedang Dinas Luar, jawabnya.(waluyo)








